Menu

Adik Bantu Kakak Jual 15 Kg Ganja

  Dibaca : 262 kali
Adik Bantu Kakak Jual 15 Kg Ganja
PERLIHATKAN GANJA— Kapolres Bukittinggi, AKBP Iman Pribadi Santoso memperlihatkan barang bukti ganja yang disita dari tersangka FN (18) yang dikendalikan oleh kakaknya dari dalam Lapas.

BUKITTINGGI, METRO
Seorang pemuda yang berperan sebagai pengedar ganja dalam jumlah banyak diringkus Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bukittinggi, di kawasan Jalan By Pass, Bukittinggi. Hebatnya, peredaran ganja yang memiliki jaringan lintas provinsi itu dikendalikan oleh narapidana yang berada di dalam Lembaga Permasyarakat (Lapas).

Dari penangkapan pelaku berinisial FN (18) warga Aua Tajungkang Tangah Sawah Bukittinggi ditangkap pada Jumat (17/07) sekitar pukul 19.30 WIB, petugas menemukan barang bukti ganja kering seberat 15 kilogram lebih. Barang bukti itu ditemukan di lokasi penangkapan dan di rumah pelaku.

Kapolres Bukittinggi, AKBP Iman Pribadi Santoso dalam keterangan persnya, mengatakan, tersangka FN ditangkap bersama temannya di kawasan by pass Bukittinggi dan ketika digeledah tim menemukan 2 paket ganja ukuran besar. Penangkapan itu, lantaran petugas sudah melakukan pengintaian terhadap gerak gerik tersangka.

“Selanjutnya, tim melakukan pengembangan ke rumah tersangka di Aua Tajungkang Tangah Sawah dan ditemukan 13 paket besar ganja dalam kardus lengkap dengan timbangan. Total ada 15 paket besar ganja yang kita sita. Masing-masing paket beratnya satu kilogram,” kata AKBP Iman.

AKBP Iman menjelaskan, tersangka merupakan pemain baru yang dikendalikan kakaknya dari Lapas Muaro Padang dan barang haram itu akan diedarkan di wilayah Bukittinggi dan sekitarnya. Ganja yang diedarkan tersangka dipasok dari Medan, Sumatra Utara.

“Ini jaringan lintas provinsi. Ganja itu didatangkan dari Sumatra Utara. Ini yang masih kita dalami, bagaimana modus operandi tersangka agar ganja itu sampai ke Bukittinggi. Selain itu, kita juga masih kembangkan siapa saja yang terlibat dalam jaringan tersangka,” jelas AKBP Iman.

AKBP Iman menegaskan, atas perbuatannya tersangka FN dijerat pasal 114 ayat 2 juncto 111 ayat 2, undang-undang nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman kurungan penjara minimal 6 tahun dan maksimal 20 tahun.

“Dari keterangan FN, ia berkomunikasi dengan kakanya melalui sambungan telpon. Yang mengendalikan kakaknya ini. Kemana diantar, kemana dijemput, kakaknya yang mengarahkan,” pungkas AKBP Iman. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional