Menu

Ada yang Lebih Membutuhkan, Masyarakat Nagari Taram Tolak BLT Dana Desa 

  Dibaca : 428 kali
Ada yang Lebih Membutuhkan, Masyarakat Nagari Taram Tolak BLT Dana Desa 
FOTO BERSAMA— Anggota DPRD Sumbar melakukan foto bersama usai melakukan kunjungan kerja di Kenagarian Taram.

LIMAPULUH KOTA, METRO
Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Ustazd H Irsyad Syafar, memberi apresiasi terhadap anak Nagari Taram yang menunjukkan kepedulian terhadap sesama dan sifat kemandirian yang berkarakter. Hal itu disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja ke Nagari Taram.

“Masyarakat yang tidak bersedia menerima BLT Dana Desa telah menunjukan Puncak Tertinggi Persaudaraan yang ikhlas,” ujar Irsyad Syafar yang merupakan Alumni Pendidikan Timur Tengah itu.

Kunjungan kerja DPRD Provinsi Sumatera Barat bertujuan melihat Pelaksanaan pemberian dana BLT Dana Desa dan Persiapan nagari Taram sebagai Nagari Adat Percontohan d Sumatera Barat.

Rombongan diterima oleh Bupati Limapuluh Kota diwakili Kepala Dinas DPMD/N Kab Limapuluh Kota Drs.A.Zuhdi Perama, M.Si, Forkompimca Harau , Perangkat Nagari Taram, BAMUS, Ketua Kerapatan Adat Nagari Taram dan Tokoh masyarakat lainnya bertempat d Komplek kantor Wali  Nagari Taram.

Turut dalam rombongan Komisi 1 DPRD Provinsi Sumbar adalah Syamsul Bahri Ketua Komisi 1, Nur Anas Sekretaris, Bakri Bakar, SH dan beberapa anggota serta staf. Mereka didampingi oleh Kadis DPMD Provinsi Sumatera Barat Syafrizal Ucok dan Tenaga Ahli Pendamping tingkat Provinsi.

Kepala DPMD/N Kab Limapuluh Kota  A.Zuhdi Perama menegaskan Pelaksanaan pemberian BLT Dana Desa telah berjalan sukses dan telah diserahkan ke penerima manfaat sebelum hari raya Idul Fitri 1441 H lalu.

Selanjutnya Kadis PMD Provinsi Sumbar menegaskan bahwa Nagari Taram adalah salah satu nagari di Sumatera Barat yang akan dijadikan Nagari Adat Persiapan bersama tiga nagari lainnya.

“Untuk Nagari Adat Persiapan Taram kita membutuhkan payung hukum berupa Perda Kabupaten Lima Puluh tentang Nagari Adat,” tukuk Syafrizal Ucok.

Dalam sesi tanya jawab M.Dt Tan Mangguang Nan Panjang Pengurus KAN Taram menyarankan agar pelaksanaan nagari adat disesuaikan dengan kondisi kekinian. Sedangkan Ketua Majelis Ulama Nagari Taram Dt.Simarajo Nan Itam berharap DPRD Provinsi Sumbar menganggarkan dana untuk membuat kawat Bronjong penahan tebing mulai dari objek wisata Kapalo Bonda  sampai Kubang Rasam.

Wali Nagari Taram Defrianto Ifkar, S.Si menjelaskan ada beberapa keluarga yang diusulkan untuk menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa menolak untuk menerimanya dan meminta untuk dialihkan ke masyarakat yang lebih membutuhkan.

“Kami sangat berbahagia dan bangga anak nagari Taram telah menunjukan kesadarannya untuk tidak selalu mengharapkan bantuan pemerintah apalagi dalam situasi Pandemi Covid 19,” tukuk Wali Nagari berprestasi ini. (us)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional