Close

Ada yang Ingin Wako Pa­dang Jomblo sampai Akhir Jabatan?

Hendri Septa Wali Kota Padang

WAKO Padang Hendri Septa berpendapat, jika ma­salah kekosongan jabatan Wakil Wali Kota Pa­dang hampir 1,5 tahun bukan salah dia sepenuhnya. Kedua partai politik (parpol) pengusung, yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Ama­nat Nasional (PAN) harus du­duk bersama membahas pe­ngisian kursi Wakil Wali Ko­ta Padang yang kosong se­jak 1,5 tahun mulai April 2021 itu.

Menurut dia, berpedoman kepada Undang-Undang, mekanisme pemilihan Wawako Padang ha­rus ada dua nama yang diusul­kan untuk dipilih di DPRD. Ya, PAN dan PKS mesti duduk semeja membahas ini.

Ia mengatakan, sepe­nuh­nya diserahkan kepada par­tai pengusung dan tidak ada keinginannya untuk menghambat proses pemilihan. Kedua partai harus duduk bersama memba­has nama yang kemudian diusulkan kepada DPRD Padang.

“Dulu diawal saat PAN me­ngusulkan satu nama, PKS mengusulkan dua na­ma, sekarang ketika PKS me­ngusulkan nama baru, PAN karena sudah terlalu la­ma diam lagi. Sekali lagi, saya ti­dak ada keinginan untuk meng­­hambat proses pemili­han cawawako,” tegas politisi PAN ini.

Ia mengaku tidak mau disalahkan, karena saat ini masih sendiri sementara persoalannya ada di partai politik dan informasi yang beredar tidak utuh.

Dijelaskan, untuk memutuskan nama calon Wa­kil Wali Kota Padang dari partainya juga harus melibatkan pengurus partai di provinsi hingga pusat, ka­rena ia tidak bisa memutuskan sendiri.

Saat ini PAN dan PKS, menurutnya, kembali me­la­kukan penjajakan dan untuk menghindari konflik kepentingan ia memutuskan tidak terlibat langsung.

Kekosongan kursi BA 2 A, lanjutnya berawal dari terpilihnya Wali Kota Pa­dang Mahyeldi sebagai Gubernur Sumbar pada pilkada gubernur 2020. Setelah Mahyeldi dilantik sebagai Gubernur Sumbar, kursi Wali Kota otomatis diisi oleh Wakil Wali Kota Hendri Septa yang berasal dari PAN.

Sejak dilantiknya Hendri Septa sebagai Wali Kota Padang sisa masa jabatan 2019-2024 pada 7 April 2021, sudah 1 tahun 6 bulan kursi Wawako Padang kosong.

Berdasarkan aturan, pemilihan Wakil Wali kota dipilih oleh DPRD Padang melalui pemungutan suara dengan mekanisme partai pengusung yaitu PAN dan PKS mengusulkan dua na­ma.

Awalnya PKS mengu­sul­kan dua nama sebagai calon wakil Wali kota yaitu Ketua DPD PKS Padang Muharlion dan Sekretaris MUI Kota Padang Mulyadi Muslim. Kemudian, PKS kembali mengusulkan na­ma baru sebagai calon Wawako Padang pada Oktober 2022 yaitu Hendri Susanto yang sebelumnya pernah menjadi Calon Bupati Sijunjung pada pilkada 2020.

Hendri Susanto merupakan politisi PKS dan pernah menjadi anggota DPRD Sijunjung periode 2014-2019 dan periode 2019-2024.

Sementara, Dewan Pim­­pinan Pusat Partai Ama­­nat Nasional mene­tap­­kan Ekos Albar sebagai calon Wakil Wali Kota Pa­dang untuk mendampingi Wali Kota Padang Hendri Septa sisa periode jabatan 2019-2024.

Hingga kini kedua partai belum ada titik temu untuk mengusulkan dua nama tersebut untuk kemudian dikirim ke DPRD guna dilakukan pemilihan. Lalu, bagaimana wakil rakyat merespon masalah ini. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top