Close

Ada Perbaikan, TPA Regional Payakumbuh Sempat Tutup Sementara

TUTUP SEMENTARA— Kondisi TPA Regional Payakumbuh yang sempat ditutup sementara.

SUDIRMAN, METRO–Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Payakumbuh ditutup sementara terhitung mulai tanggal 15 September 2022. Penutupan ini dilakukan karena adanya permasalahan pada tanggul penahan sampah pada TPA Regional dan saat ini sedang dilakukan perbaikan.

Penutupan TPA Regional Payakumbuh ini berdasarkan Surat dari  UPTD Sampah Dinas Lingkungan Hidup Pro­vinsi Sumbar perihal Penu­tupan Sementara Operasional TPA Sampah Regional Paya­kumbuh

Menindaklanjuti hal itu, masyarakat diminta untuk tidak membuang sampah sampai selesai perbaikan TPA. Masya­rakat diharapkan tetap me­nge­lolanya dalam bentuk pe­ngom­posan untuk sampah organik. Sedangkan untuk sampah anorganik dilakukan penyimpanan di rumah ma­sing-masing.

Ke­mu­dian, operator becak motor sampah kelurahan di­minta untuk tidak memberikan pelayanan pengambilan sam­pah serta dilarang membuang sampah di Transfer Depo (TD) ataupun Tempat Penam­pu­ngan Sementara (TPS) sam­pah.

Khusus untuk sampah pa­sar dan sampah di jalan pro­tokol Kota Payakumbuh akan tetap dilayani oleh armada dump truk sampah Dinas Ling­kungan Hidup Kota Paya­kumbuh.

Selanjutnya, petugas Sat­pol PP, satgas dan pengawas Dinas Lingkungan Hidup di­minta untuk melakukan penga­wasan dan penertiban ter­hadap masyarakat agar tidak membuang sampah di TD atau TPS.

Saat dihubungi media, Sab­tu (17/9), Kepala Dinas Ling­kungan Hidup Kota Paya­kum­buh, Desmon Corina meng­ungkapkan dikarenakan TPA regional digunakan oleh em­pat kabupaten/kota, maka ke­bija­kan ini juga berlaku bagi da­erah lain yaitu, Kota Bu­kit­tinggi, Kabupaten Lima pu­luh Kota, dan Kabupaten Agam.

”Masing-masing daerah menindaklanjutinya juga se­perti kita. Apabila selama per­baikan TPA regional masih te­tap diisi dengan sampah, ma­ka akan membutuhkan waktu lebih lama untuk menata dan melakukan perbaikan,” be­bernya.

Ia menambahkan, bahwa persentase sampah organik yang dihasilkan rumah tangga lebih dari 60 persen. Sampah ini bisa diolah untuk pengom­posan. Namun pagi ini ( Sabtu (17/9). Red) sampah sudah mulai diantarkan kembali ke TPA menggunakan dump truk. “Sementara itu untuk sampah yang bernilai ekonomis seperti limbah plastik, masyarakat dapat memilahnya dan dijual ke bank sampah dan penge­pul,” harapnya. (uus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top