Menu

Ada Kata Bodoh, Viral Video Gubernur Murad Ismail Membentak Protokoler Istana

  Dibaca : 139 kali
Ada Kata Bodoh, Viral Video Gubernur Murad Ismail Membentak Protokoler Istana
BERTEMU— Eks Kakor Brimob Polri Irjen Pol (purn) Murad Ismail, Gubernur Maluku saat bertemu dengan Presiden RI Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya.

JAKARTA, METRO
Video Gubernur Maluku Murad Ismail memarahi seorang petugas protokoler Istana Kepresidenan viral di sejumlah media sosial. Tampak Murad yang mengenakan baju dinas putih memarahi perempuan yang mengaku sebagai petugas protokoler Istana. Video itu menunjukkan iring-iringan kendaraan Presiden Joko Widodo berhenti di jalan dekat permukiman penduduk.

Masyarakat penuh sesak mengelilingi rombongan Presiden Jokowi itu. Sedangkan di deretan belakang tampak Murad mencoba menyusul ke barisan depan. Di video berdurasi 30 detik itu, tampak tiba-tiba Murad memarahi seorang wanita. “Kamu siapa?” kata eks Kakor Brimob Polri itu membentak dengan nada yang tinggi. “Saya Erlin dari Istana,” kata perempuan itu sambil menaruh tangannya di kedua pinggul. “Bodoh!” timpal Murad.

“Kenapa?” balas perempuan itu menantang jenderal purnawirawan Polri bintang dua itu. Tidak diketahui pasti ada yang menjadi pangkal perdebatan antarkedua pihak itu. Namun, pihak Istana membenarkan adanya peristiwa itu dan terjadi pada 2019 silam. “Itu hanya kesalahpahaman saja, tidak perlu dibesar-besarkan. Saat itu juga sudah diselesaikan dan tidak ada permasalahan,” kata Kepala Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono dalam keterangannya, Jumat (7/5).

Apa Kata Istana
Video Gubernur Maluku Murad Ismail marah dan berteriak dengan nada tinggi kepada seorang protokoler Istana Kepresidenan saat kunjungan kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) viral di media sosial. Menanggapi video itu, Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono mengatakan kejadian tersebut disebabkan kesalahpahaman dan tak perlu dibesar-besarkan.

Kejadian dalam video viral itu, kata Heru terjadi pada 29 Oktober 2019 ketika Presiden Jokowi sedang melakukan kunjungan kerja untuk menemui korban gempa di Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku.

“Itu hanya kesalahpahaman saja, tidak perlu dibesar-besarkan. Saat itu juga sudah diselesaikan dan tidak ada permasalahan,” ujar Heru, Jumat (7/5). Heru menjelaskan kesalahpahaman itu sudah diselesaikan dengan baik antara Murad Ismail dan protokoler Istana Kepresidenan selepas kejadian.

Saat ini, Gubernur Maluku beserta jajarannya sangat kooperatif apabila Presiden Joko Widodo berkunjung ke Provinsi Maluku dalam rangka kunjungan kerja.

“Peristiwa (di video) itu terjadi tahun 2019 ketika Presiden meninjau gempa di Maluku. Gubernur Maluku dan jajarannya sangat koperatif jika Presiden berkunjung,” tuturnya. Saat itu Kepala Negara beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo meninjau posko pengungsian yang didirikan di Universitas Darussalam, Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, setelah terjadi bencana gempa M 6,5 di wilayah tersebut pada 26 September 2019.

Jokowi dalam kunjungan itu memerintahkan jajarannya untuk mengalokasikan anggaran untuk memberikan bantuan kepada warga terdampak gempa untuk membangun kembali rumah yang rusak hingga roboh setelah gempa itu. Sebelumnya, video yang menayangkan Gubernur Maluku Murad Ismail marah dan membentak seorang perempuan beredar di media sosial. Dalam rekaman video yang dilihat, Jumat (7/5), Murad yang berbaju putih dan berkacamata tampak marah dan berteriak dengan nada tinggi kepada seorang perempuan yang disebut sebagai tim protokoler Istana. (tan/jpnn)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional