Menu

Ada di Grup Neraka BWF World Tour Finals 2020, Ginting: Saya Ingin Lebih Menikmati Pertandingan

  Dibaca : 216 kali
Ada di Grup Neraka BWF World Tour Finals 2020, Ginting: Saya Ingin Lebih Menikmati Pertandingan
TUNGGAL ANDALAN— Tunggal nomor satu Indonesia Anthony Sinisuka Ginting beraksi pada babak pertama Toyota Thailand Open 2020 (19/1) lalu.

JAKARTA, METRO
Mulai Rabu (27/1), Tim Indonesia akan berlaga pada BWF World Tour Finals 2020. Merah Putih akan diwaliki lima pemain (pasangan) yang berlaga pada empat sektor.

Mereka adalah Anthony Sinisuka Ginting (tunggal putra), Hendra Setiawan/ Mohammad Ahsan (ganda putra), Greysia Polii/Apriyani Rahayu (ganda putri), Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja (ganda campuran).

BWF sudah melakukan undian kualifikasi grup pagi tadi di Impact Arena, Bangkok. Hasilnya, Ginting dan Praveen/Melati bisa dianggap berada di grup neraka.

Ginting berada di grup A bersama juara Thailand Open I dan II Viktor Axelsen (Denmark), pemain nomor dua dunia Chou Tien-chen (Taiwan), dan tunggal nomor satu Malaysia Lee Zii Jia.

Di atas kertas, persaingan Grup B memang lebih ringan. Di sana ada Anders Antonsen (Denmark), Wang Tzu-wei (Taiwan), Kidambi Srikanth (India), dan Ng Ka Long Angus (Hongkong).

“Lawan-lawan Ginting berdasarkan hasil undian grup BWF World Tour Final, memang termasuk kelas berat dan kuat semua,” kata Irwansyah, asisten pelatih tunggal putra dikutip dari siaran pers PP PBSI yang diterima JawaPos.com.

“Itu karena Ginting bukan pemain unggulan dan hanya pemain urutan kedelapan. Pada dua turnamen sebelumnya, sebenarnya persiapan Ginting sudah bagus sekali. Tapi hasilnya tidak sesuai dengan yang kami inginkan,” tambah Irwansyah.

“Peluangnya, untuk lolos dari grup A, InsyaAllah bisa. Tetapi dia harus bekerja keras dan yang lebih penting Ginting bisa bermain dengan rileks, all out dan enjoy saja. Target pertamanya adalah lolos dari penyisihan grup,” kata Irwansyah lagi.

Sementara itu, Ginting mengakui bahwa Grup A lebih berat ketimbang Grup B. “Tapi masing-masing pemain punya kesempatan yang sama selama kita bisa menikmati permainan dan memberikan yang terbaik,” kata Ginting.

“Jadi untuk Minggu ini saya ingin lebih menikmati setiap pertandingan dan memberikan yang terbaik yang saya punya. Dan menjaga fokus saya dari awal sampai akhir,” tambah Ginting.

Sementara itu, ganda campuran nomor satu Indonesia Praveen/Melati juga bergabung di grup A yang berat. Praveen/Melati akan menghadapi juara Thailand Open I dan II Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai (Thailand), Marcus Ellis/Lauren Smith (Inggris) dan andalan Korea Selatan Seo Seung-jae/Chae Yu-jung.

Menurut asisten pelatih ganda campuran Indonesia Nova Widianto para pemainnya memang berada di grup berat. Untuk lolos ke semifinal, Praveen/Melati yang juga berstatus sebagai juara All England 2020 ini membutuhkan upaya yang sangat keras.

“Ya, Praven/Melati memang berada di grup berat. Tetapi kami tetap optimistis, mereka bisa lolos dari fase penyisihan grup. Walaupun kami ketahui, perjuangannya tidak mudah,” ungkap Nova.

Pada sektor ganda putra, Hendra/Ahsan berada di grup B bersama Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia), Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov (Rusia), dan Choi Sol-gyu/Seo Seung-jae (Korea Selatan). Peluang ke semifinal, di atas kertas sangat besar.

Sementara itu, Greysia/Apriyani berada di grup A bersama Lee So-hee/Shin Seung-chan (Korea Selatan), Chow Mei Kuan/Lee Meng Yean (Malaysia), dan Vivian Hoo/Yap Cheng Wen (Malaysia).

Soal peluang, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Rionny Mainaky mengatakan bahwa Indonesia diharapkan bisa merebut dua gelar.

“Untuk target di World Tour Finals, saya harapkan ada dua gelar juara dari empat sektor. Tergantung bagaimana kondisi dan daya juang atletnya,” kata Rionny.

“Untuk lolos ke babak semifinal, setiap atlet harus bermain tiga kali di penyisihan grup. Apalagi lawan yang dihadapi adalah pemain terbaik,” tambah Rionny.

“Tentunya ini sangat membutuhkan konsentrasi, stamina yang prima, daya juang tinggi dan pantang menyerah. Jika pemain Indonesia sudah lolos ke semifinal, baru kita bisa memprediksi dari sektor mana yang berpeluang merebut gelar juara,” kata Rionny lagi. (jpc)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional