Menu

ACT Sumbar Kunjungi Rumah Korban Wamena Papua

  Dibaca : 193 kali
ACT Sumbar Kunjungi Rumah Korban Wamena Papua
SAMBANGI—Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumbar mengunjungi rumah duka korban kerusuhan Wamena Papua di Pessel. (hendra/posmetro)

PESSEL, METRO – Tragedi Kemanusiaan yang terjadi Wamena – Papua, 23 September 2019 lalu menyisakan luka yang sangat mendalam. Terutama bagi masyarakat di Ranah Minang tentunya. Dari 33 orang yang meninggal dunia terdapat 9 orang diantaranya merupakan perantau Minang yang berasal dari Kabupaten Pesisir Selatan. Mereka datang ke Wamena untuk berdagang mencari hidup dan menafkahi keluarga di kampung. Kini mereka pulang tanpa nyawa dan tinggal luka bagi keluarga di kampung.

Minggu (29/9), tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumbar berangkat menuju ke rumah duka untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada keluarga korban. Stelah sampai disana tim ACT Sumbar menemui Keluarga Zal (35) di Sungai Rampan, Koto Nan Tigo IV Koto Hilie, Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan,. Zal merupakan korban yang selamat dari tragedi kemanusian di Wamena-Papua ini namun Istri dan Anak Beliau tidak dapat selamat.

Menurut keterangan dari Bapak Zal, “Kami ketika itu melihat orang berkerumunan beramai-ramai mendatangi kios-kios, termasuk ke kios kami. Kami dikepung di di dalam rumah yang ada di belakang kios, jumlahnya sekitar 30-an. Dan kami sudah pasrah untuk mati semua. Ada keponakan kami yang bernama Yoga menahan pintu. Namun kerumunan diluar memaksa untuk membuka pintu. Kami dilempari dan ditembaki dengan panah.

Lanutnya, Yoga ini sudah berdarah-darah dan dia lalu pergi keluar namun pada akhirnya Yoga ini kena bunuh. Mereka itupun masuk di dalam lalu ditikamlah bersama-sama. Setelah itu mereka keluar ambil bensin lalu dibakarnya. Yoga , tiba-bangun bangun dengan setengah tersadar dan meminta bantuan kepada teman-teman yang ada di Kodim sana. Namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa dikarenakan mobil tidak bisa lewat.

Dua jam setelah itu barulah bantuan datang. Ia mengalami luka bakar di beberapa badannya. Anak dan istrisaya sudah terbakar. Ia langsung dibawa ke Rumah Sakit untuk langsung diobati pihak medis.

Setelah dari tempat Zul, tim ACT Sumbar bersama Dinas Sosial Pensisir Selatan mendatangi Keluarga Darwin, yang mana anaknya yang bernama Muhammad Iswan (24) menjadi korban tragedi kemanusiaan di Wamena-Papua.

Menurut Keterangan Darwin yang merupakan orang tuanya mengatakan,” Muhammad Iswan atau panggilan keseharian Iwan sudah merantau selama 3 tahun di Wamena-Papua. Iwan dua hari sebelum kejadian sempat mengontak dan menginformasikan bahwa keadaan di sini semakin tegang dan chaos.

“Saya mendapat kabar Iwan sudah meninggal yakni pukul 22.00 WIB,” ujarnya.

Lanjutnya, Iwan ke Papua untuk bekerja dan memenuhi kebutuhan keluarga. Dia merantau 3 tahun yang lalu pamit untuk bekerja di Papua. Namun, ia tidak menyangka dengan adanya kejadian ini anaknya Iwan meninggal akibat tragedi kemanusiaan di Wamena-Papua ini, tutupnya sambil mengusap air matanya yang mengalir saat ia bercerita kepada Tim ACT Sumbar.

Kepala Cabang ACT Sumbar Zeng Wellf menyatakan, InsyaAllah akan terus berkomitmen untuk membantu keluarga korban yang menjadi tragedi kemanusiaan di Wamena-Papua. Saat ini tim ACT juga sudah berada di Posko Kemanusiaan Jayapura, Papua.

“Di sana kami telah membuka layanan kesehatan dan memberikan bantuan logistik untuk para pengungsi tentunya. Dan kami akan terus menguapayakan untuk memenuhi kebutuhan dari para pengungsi termasuk mencoba memfasilitasi yang ingin balik ke kampung halamannya,” ujar Zeng. (cr1)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional