Menu

Acak-acak Rumah Warga, Anak Beruang Ditangkap

  Dibaca : 1088 kali
Acak-acak Rumah Warga, Anak Beruang Ditangkap
LPM beserta pemerintahan kelurahan rawang mengadakan syukuran bersama suksesnya acara manunggal BBGRM tahun 2021 dengan makan bajambah bersama.
beruang madu yang diamankan BKSDA

Polhut BKSDA Sumatera Barat, Koramil dan Polres Arosuka Kabupaten Solok  bersama masyarakat akhirnya berhasil menangkap beruang madu yang memasuki rumah warga di kawasan Lubuk Selasih, Kabupaten Solok, Jumat (8/1) sekitar pukul 22.00 WIB kemarin.

PADANG, METRO–Polisi Kehutanan (Polhut) Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat, Komando Rayon Militer (Koramil) dan Polres Arosuka Kabupaten Solok  bersama masyarakat akhirnya berhasil menangkap beruang madu yang memasuki rumah warga di kawasan Lubuk Selasih, Kabupaten Solok, Jumat (8/1) sekitar pukul 22.00 WIB kemarin.

Informasi yang dihimpun POSMETRO, proses penangkapan beruang tersebut memerlukan waktu lebih dari delapan hari setelah sebelumnya beruang tersebut ditemukan merusak rumah salah seorang warga setempat yang berjualan gorengan tahu. Selain itu, rumah warga tersebut juga dekat dengan hutan rimba.

Penangkapan terhadap hewan yang bernama latin helarctos malayanus itu berawal dari laporan masyarakat yang masuk ke BKSDA Sumbar tentang adanya beruang madu yang mengamuk dan mengacak-ngacak rumah warga yang berada di Lubuk Selasih, Kabupaten Solok, bahkan warga takut untuk keluar rumah saat itu.

Mendapatkan kabar tersebut, Polhut BKSDA Sumbar langsung menuju lokasi kejadian untuk memastikan beruang tersebut tidak menyerang warga. Memang terlihat, rumah warga yang bekerja sebagai penjual gorengan itu terlihat diacak-acak oleh beruang madu yang berumur delapan bulan tersebut.

Kejadian itu disaksikan langsung oleh pemilik rumah, dan menurutnya, tidak hanya satu, ada tiga ekor beruang yang tampak mengacak-ngacak rumah tersebut hingga mengakibatkan kerusakan di sejumlah bagian. Dia menyebut, dari tiga beruang itu, satu ekor merupakan induk dan dua lagi adalah anaknya.

Saat itu juga, Polhut BKSDA Sumbar bersama dengan Koramil dan jajaran Polres Arosuka Kabupaten Solok langsung membuat perangkap beruang. Di dalam perangkap kemudian ditempatkan makanan seperti madu, minyak goreng, pepaya, semangka. Namun, ketiga beruang tersebut tidak muncul sama sekali.

Setelah menanti sejak tanggal 1 Januari 2016 lalu, akhirnya satu dari tiga beruang yang selama ini mengganggu ketentraman masyarakat berhasil ditangkap. Dan tidak itu saja beruang ini sempat mencoba melawan dan akhirnya selama lebih kurang lima jam, beruang yang langka tersebut akhirnya menyerah dan dibawa ke Kantor BKSD Sumbar.

Kasi Wilayah III BKSDA Sumbar Surajiya didampingi Kasat Polhut Zulmi Gusrul membenarkan tentang penangkapan tersebut. Ini adalah hasil informasi dari masyarakat pada tanggal 1 Januari 2016, BKSDA Sumbar mendapatkan informasi dan langsung melakukan penangkapan karena hewan tersebut buas dan berbahaya juga dilindungi.

“Hewan tersebut merupakan hewan yang dilindungi karena populasinya yang semakin hari semakin sedikit dan terancam punah. Kita minta jangan dibunuh, biar kami yang menanganinya,” katanya.

Zulmi menambahkan, pihaknya berhasil menangkap beruang madu itu setelah lebih kurang delapan hari membuat perangkap dengan kerangkeng besi dan di dalamnya diberikan makanan yang biasa dimakan. “Yang kita tangkap ini seekor anak beruang berjenis kelamin laki laki. Sekarang masih diamankan di kantor BKSDA Sumbar dan nantinya akan kita bawa ke kebun binatang,” ujarnya. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional