Menu

AC Milan 0 vs 3 Atalanta, Mimpi Buruk Rossoneri

  Dibaca : 196 kali
AC Milan 0 vs 3 Atalanta, Mimpi Buruk Rossoneri

Atalanta meraih hasil yang impresif di kandang pemimpin klasemen AC Milan pada pekan ke-19 Serie A 2020/21, Minggu (24/1) dinihari. Atalanta memukul Milan tiga gol tanpa balas.

Gol-gol Atalanta ke gawang Milan diciptakan oleh Cristian Romero menit 26, Josip Ilicic (penalti) menit 53, dan Duvan Zapata menit 77.

Pelatih Atalanta, Gian Piero Gasperini, sangat puas dengan hasil ini. Dia juga mengungkit kekalahan telak timnya dari Liverpool di Liga Champions pada November 2020 lalu. Pasalnya, kekalahan menyesakkan itu ternyata berdampak positif untuk peningkatan performa Atalanta.

Setelah dibantai Liverpool di kandang sendiri, Atalanta mendapatkan banyak pelajaran berharga. Sejak itu, semuanya berubah.

Perbaikan permainan membuat Atalanta mengalami peningkatan performa. Setelah kalah dari Liverpool, hingga laga kontra Milan di San Siro, Atalanta pun tercatat menang sembilan kali dan cuma kalah satu kali dalam 17 laga di semua ajang (M9 S7 K1).

Setelah kalah lawan Liverpool, Atalanta berbenah. Salah satu yang dibenahi adalah pressing game mereka. Hasilnya memuaskan.

”Setelah pertandingan lawan Liverpool, yang menyesakkan karena keboobolan lima gol di kandang sendiri, kami belajar dan memperbaiki apa yang perlu diperbaiki,” kata Gasperini, usai mengalahkan Milan.

Pressing game Atalanta bahkan sanggup membuat striker Milan, Zlatan Ibrahimovic, terisolasi di lini depan Rossoneri. Ibrahimovic sendiri pun mengakuinya.

Ya, Ibrahimovic yang biasanya mampu membuat perbedaan bagi Il Diavolo juga seakan mati kutu di laga ini. Ibrahimovic memang berhasil lima percobaan tembakan, tapi tak ada satu pun yang mengarah ke gawang Atalanta.

Sosok yang biasanya jemawa ini bahkan mengakui bahwa dirinya sempat tak berkutik di babak pertama. Ia merasa terisolasi di lini depan karena pressing Atalanta dan kurangnya dukungan dari lini kedua.

”Saya merasa terisolasi di babak pertama. Saat bola mencapai saya, saya butuh pemain lain untuk bermain. Saya merasa sangat sendirian. Namun, itu mungkin terjadi juga karena permainan pressing Atalanta,” kata Ibrahimovic.

”Itu juga yang terjadi pada Josip Ilicic hari ini. Jika Anda menekannya, itu menjadi sulit baginya. Namun hari ini, dia memiliki banyak ruang hari ini dan harusnya bisa mencetak lebih banyak gol. Hal yang sama pasti akan terjadi di saya. Jika Anda tidak melakukan pressing, tentu ini akan lebih mudah,” jelas pemain asal Swedia tersebut.

Juara Paruh Musim
Meski kalah, Milan tetap di puncak klasemen dengan 43 poin. Tim besutan Stefano Pioli unggul dua angka dari Inter Milan di belakang yang bermain imbang 0-0 melawan Udinese.

Milan pun dinyatakan sebagai juara paruh musim 2020/2021. 43 poin milik Milan sudah tidak bisa disamai oleh Juventus dan Napoli, yang baru bermain 17 kali.

Sejak musim 1947/1948, Il Diavolo tercatat sudah 17 kali keluar sebagai juara paruh musim. 10 di antaranya berakhir dengan Scudetto di akhir musim, yakni pada 1954/55, 1956/57, 1958/59, 1967/68, 1978/79, 1991/92, 1992/93, 1993/94, 1995/96, dan 2010-11.

Pada periode yang sama, Juventus menjadi tim terbanyak juara paruh musim dengan 31 kali. Inter Milan merasakannya 17 kali dan AS Roma enam kali.

Striker Milan, Zlatan Ibrahimovic, menegaskan bahwa juara paruh musim tidak ada artinya. Perjalanan sulit Milan pun baru dimulai saat ini. ”Kami adalah juara musim dingin, tapi itu tidak berarti apa-apa bagi saya, selain saya kira kami telah melakukannya dengan baik sejauh ini. Bagian yang sulit dimulai sekarang,” kata Ibrahimovic. (*/ren)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional