Close

ABG Diduga jadi Budak Seks AKBP M, Saiful: Yang Disampaikan Kapolri Tak Ada Gunanya

JELASKAN— Kabid Propam Polda Sulsel Kombes Pol Agoeng Adi Kurniawan jelaskan kepada wartawan dan memastikan AKBP M sudah ditahan.

JAKARTA, METRO–Direktur Pusat Riset Politik Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI) Saiful Anam menanggapi dugaan perbudakan seks yang dialami remaja putri berinisial IS (13) asal Desa Kanjilo, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. IS mengalami perlakuan tidak menyenangkan selama empat bulan bekerja di rumah oknum perwira polisi AKBP M.  Saiful mengatakan kasus tersebut dapat merusak citra Polri di mata publik. “Mestinya jajaran Polri mendengarkan apa yang sudah ditegaskan oleh Kapolri Jendral listyo Sigit Prabowo bahwa Polri membutuhkan dukungan dalam upaya-upaya untuk mewujudkan Polri yang lebih profesional dan ama­nah,” kata Saiful kepada JPNN.com, Selasa (1/3).

“Namun, dengan adanya dugaan-dugaan perbuatan tercela yang dilakukan oknum Polri maka apa yang disampaikan Kapolri sama dengan tidak ada gunanya,” sambung Saiful.

Pria yang juga pakar Hukum Tata Negara Universitas Indonesia itu me­nga­takan kasus tersebut menjadi pekerjaan rumah Kapolri Jenderal Listyo Sigit guna memperbaiki citra kepolisian.  “Ini masih menjari pekerjaan rumah Kapolri untuk membasmi segala bentuk yang dapat merusak citra Polri di tengah-tengah masya­ra­kat,” ujar Saiful.

Sebelumnya, Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Sulsel Kombes Agoeng mengatakan pihaknya masih menyelidiki kasus dugaan perbudakan seksual itu. IS merupakan asisten rumah tangga di rumah oknum perwira polisi yang bertugas di Polda Sulsel itu.

Kombes Agoeng menambahkan pihaknya tidak segan-segan memecat po­lisi yang terbukti melakukan perbudakan seksual itu. “Jika memang terbukti, (oknum polisi, red) akan diajukan untuk pemberhentian tidak dengan hormat,” tegasnya.

Oknum Perwira Polisi Diduga jadikan Remaja Putri Budak Seks

Sebelumnya, kasus ok­num perwira polisi AKBP M yang diduga menjadikan remaja putri berinisial IS (13) sebagai budak seks sudah mulai diusut Propam Polda Sulawesi Selatan (Sul­sel). Pihak keluarga kor­ban membeberkan awal mula peristiwa yang kini mendapat sorotan publik itu.

Kepada JPNN.com, sa­lah satu anggota keluarga korban berinisial AK menjelaskan, kejadian bermula ketika AKBP M sedang mencari asisten rumah tangga (ART) di Desa Kanjilo, Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa, Sulsel. “Ada tetangga (bilang) bapak ini menawarkan suatu pekerjaan. Kebetulan saat itu (terduga pelaku) lagi membutuhkan orang untuk bekerja di rumahnya,” ujar AK (45), Selasa (1/3) dini hari.  AK menambahkan korban mulai kerja di rumah terduga pelaku pada bulan September 2021. Setelah bekerja sebagai asisten rumah tangga, IS mendapatkan tindakan tak terpuji yang dilakukan terduga pelaku.  “Saat kerja di sana ada tindakan tak sewajarnya terhadap ini anak. Dan bukan sekali dia begitu, tetapi berkali-kali dan sudah beberapa bulan,” terang dia.

AK menerangkan ayah IS akhirnya mengetahui kejadian tersebut setelah tante korban menyampaikan kejadian buruk tersebut. “Ini awalnya korban curhat kepada tantenya yang ada di Kalimantan. Tantenya kemudian sampaikan ke bapak hingga semua keluarga tahu semua dan kami keberatan,” cetusnya. Baca Juga: Tidak Mungkin Semua Honorer jadi CPNS & PPPK, Dampaknya Jangan Disepelekan Dia mengatakan jam kerja IS di rumah oknum AKBP M tidak menentu. IS bisa sewaktu-waktu pergi kerja jika mendapat panggilan.

“Dari keterangan IS kepada kami jam kerja tidak menentu waktunya. Nanti dia ke rumah pelaku kalau ada telepon,” beber AK. Jarak tempat tinggal korban dengan rumah terduga pelaku sekitar 100 meter. “Rumah korban dan pelaku hanya beda lorong saja. Sangat dekat sekali,” ucapnya.

Saat melampiaskan naf­su berahinya, terduga pe­laku mengancam korban untuk tutup mulut. Terduga pelaku juga menekan korban agar tidak membuka kejahatan yang lakukan selama ini.

Terduga pelaku juga menjanjikan uang biaya sekolah hingga rumah kepada perempuan yang ma­sih duduk di bangku SMP itu. “Katanya ini anak dapat ancaman dari pelaku. Apalagi dia menyampaikan istrinya bekerja di pengadilan,” tutur AK.  Untuk mendalami kasus yang menimpa siswi SMP itu, Kabid Propam Polda Sulsel mendatangi rumah korban. Polisi datang untuk meminta keterangan korban dan kedua orang tuanya. “Komandan Kabid Propam Polda Sulsel juga sudah datang minta keterangan korban keluarga,” tutup AK. (cr1/mcr29/jpnn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top