Menu

ABG Berpakaian Mini Lawan Petugas saat Ditangkap

  Dibaca : 1039 kali
ABG Berpakaian Mini Lawan Petugas saat Ditangkap
LPM beserta pemerintahan kelurahan rawang mengadakan syukuran bersama suksesnya acara manunggal BBGRM tahun 2021 dengan makan bajambah bersama.
seorang anak klub menghalangi petugas

Berdialog— Petugas berdialog dengan seorang pengunjung saat melakukan penertiban di kawasan Padang Selatan, Sabtu (13/2) malam saat gelaran razia.

TAN MALAKA, METRO–Satpol PP Padang melakukan penyisiran dan patroli kota Minggu (14/2) dini hari kemarin. Hal tersebut sesuai imbauan Wali Kota Padang Mahyeldi yang melarang seluruh warga Kota Padang untuk merayakan Valentine’s Day atau biasa disebut dengan hari kasih sayang. Selain haram untuk dirayakan, hari kasih sayang yang jatuh setiap 14 Februari itu merupakan budaya menyimpang dari nilai, norma dan aturan.

Dalam imbauan Walikota Padang kepada warga bernomor 451/01.74/Kesra-2016, Kamis (11/2) lalu, Walikota menekankan kepada warga bahwa hari kasih sayang tidak sesuai dengan agama dan budaya, karena haram hukumnya dirayakan. Untuk itu, Walikota mengimbau kepada seluruh orangtua, guru, ninik mamak, alim ulama, bundo kanduang, cadiak pandai dan pemuka masyarakat punya peranan penting untuk melarang anak kemenakan dan generasi muda secara keseluruhan untuk tidak ikut merayakannya.

“Hari kasih sayang bukanlah budaya Minangkabau dan muslim, melainkan budaya dari barat sana, kita diharamkan merayakannya,” kata Mahyeldi.

Sesuai imbauan Walikota tersebut, Satpol PP Kota Padang melakukan operasi pengawasan malam Valentine’s Day terhadap generasi muda yang merayakanya. Satpol PP Kota Padang melakukan patroli di seputaran Kota Padang serta melakukan pengeledahan di beberapa tempat.

Operasi yang diawali ke New Face Cafe, Jalan Dipenogoro. Di sana petugas terlibat adu mulut dengan beberapa pengunjung, karena petugas hendak melakukan pemeriksaan kepada beberapa ABG (anak baru gede) wanita yang berpakaian seksi tengah duduk di lokasi tersebut. Wanita tersebut hendak digeledah untuk menanyakan kartu identitas, tetapi berulang kali melontarkan kata-kata kotor kepada petugas dan memberontak tidak mau digeledah.
”Manga ang tangkok den. Apo salah den. Di siko aden duduknyo, minum, tu maota jo kawan. Baa kok ang tangkok?” ucap seorang wanita berpakaian mini tersebut saat ditangkap petugas.

Saat itu, beberapa pria yang mengaku teman dari ABG wanita tersebut juga tampak menghalangi-halangi petugas. Disinyalir, acara yang ramai dipadati oleh muda-mudi di lokasi tersebut lantaran sedang mengadakan party merayakan anniversary (ulang tahun) ke-10 Snott Auto Club, salah satu klub mobil di Padang.

Karena kejadian tersebut, jalan di depan New Face Cafe macet saat para pengendara dan warga sekitar memadati lokasi serta ingin melihat langsung kejadian tersebut. Karena situasi sangat ricuh, pengunjung melakukan pemberontakan ketika hendak dibawa, sehingga petugas tidak berhasil mengamankan beberapa ABG wanita di lokasi tersebut, dikarenakan keburu dibawa kabur menggunakan mobil oleh beberapa temannya yang menghalangi petugas.

Selanjutnya petugas penegak Perda Kota Padang ini juga merazia hotel di kawasan Pondok, Kecamatan Padang Selatan yakni Hotel Pondok 68, Jalan Kampung Nias. Disini petugas mengeledah beberapa kamar dan mendapatkan dua pasangan ilegal yang tidak bisa menunjukkan surat nikah saat ditanya petugas.

Akhirnya, kedua pasangan ini dibawa ke Mako Satpol PP, Jalan Tan Malaka Padang untuk diproses lebih lanjut. Kemudian, razia dilanjutkan ke Hotel Prima Ulak Karang, tetapi di lokasi tersebut petugas tidak menemukan pasangan.

Kasat Pol PP Kota Padang Firdaus Ilyas mengatakan, pihaknya akan selalu mengawasi setiap tindakan yang menyimpang dari generasi muda dan masyarakat Kota Padang untuk meningkatkan rasa nyaman di tengah-tengah masyarakat. ”Ini semua untuk meminimalisir penyakit masyarakat yang berada di tengah masyarakat dan generasi muda sebagai penerus bangsa dan tidak ada Valentine Day di Kota Padang ini,” katanya.

Ditambahkannya, pasangan yang diamankan dan terjaring dalam operasi tersebut akan diproses dengan Perda yang berlaku dan memanggil keluarga, lalu membuatkan surat perjanjian tidak ulangi perbuatan.
“Kita usahakan bisa diselesaikan dengan cara persuasif. Beritahu orangtua dan buat perjanjian,” tuturnya. (cr13)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional