METRO PADANG

Setiap Hari Layani 28 Perjalanan dengan 7.813 Seat, Libur Lebaran 1447 Hijriah, Penjualan Tiket KA Sumbar Naik

×

Setiap Hari Layani 28 Perjalanan dengan 7.813 Seat, Libur Lebaran 1447 Hijriah, Penjualan Tiket KA Sumbar Naik

Sebarkan artikel ini
LONJAKAN PENUMPANG— PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat tingginya antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan layanan kereta api, khususnya KA Pariaman Ekspres selama periode Angkutan Lebaran yang berlangsung pada 11 Maret hingga 1 April 2026.

PADANG, METRO PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat tingginya antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan layanan kereta api, khususnya KA Pariaman Ekspres selama periode Ang­kutan Lebaran yang berlangsung pada 11 Maret hingga 1 April 2026.

Sebagai upaya menghadirkan layanan transportasi yang aman dan andal, KAI Divre II Sumbar meng­operasikan 616 perjalanan kereta api dengan total kapasitas mencapai 171.424 tempat duduk. Setiap hari­nya tersedia rata-rata 28 perjalanan dengan kapasitas sekitar 7.813 tempat duduk.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menyampaikan bahwa minat masyarakat Suma­tera Barat untuk menggunakan kereta api pada momen Lebaran tahun ini cukup tinggi, khususnya pada layanan KA Pariaman Ekspres yang menjadi pilihan favorit untuk perjalanan wisata menuju Kota Pariaman.

KA Pariaman Ekspres dengan relasi Paulima–Naras melayani rute Padang–Pariaman dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam menuju kawasan wisata Pantai Gandoriah. Selama perjalanan, penum­pang dapat menikmati panorama pesisir pantai serta suasana pedesaan khas Sumatera Barat. Didukung dengan tarif yang terjang­kau, layanan ini menjadi alternatif transportasi yang ekonomis sekaligus nyaman bagi para wisatawan.

Baca Juga  Dipanggil Ombudsman Terkait drg Romi, Muzni Zakaria Minta Penjadwalan Ulang

Reza menjelaskan, hingga Senin, 23 Maret 2026 pukul 00.01 WIB, jumlah tiket yang telah terjual mencapai 79.799 tempat duduk dan masih akan terus bertambah seiring berlangsungnya penjualan.

“Dari total tersebut, sebanyak 60.959 tempat duduk berasal dari KA Pa­riaman Ekspres relasi Paulima–Naras (PP), 7.813 tempat duduk dari KA Minangkabau Ekspres relasi Pulau Aie–BIM (PP), serta 11.027 tempat duduk dari KA Lembah Anai relasi Padang–Kayu Tanam (PP),” jelas Reza.

Ia menambahkan, puncak penjualan tiket di­per­kirakan akan terjadi pada 24 Maret 2026, seiring de­ngan meningkatnya minat masyarakat yang memanfaatkan libur panjang untuk berwisata, khusus­nya ke kawasan Pantai Gandoriah.

Menurutnya, tingginya mobilitas penumpang ini menunjukkan bahwa kereta api masih menjadi moda transportasi yang diminati masyarakat, terutama pada periode libur panjang. Aspek kenyamanan, kea­manan, ketepatan waktu, serta kemudahan akses menjadi faktor utama yang mendorong masyarakat memilih kereta api.

Baca Juga  Kolaborasi STKIP-PGRI Sumbar dengan Jamaah Masjid dan Warga Apik, Serahkan Bantuan Korban Kebakaran di Dadok Tunggul Hitam

“Peningkatan jumlah penumpang ini mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap la­yanan kereta api, sekaligus menjadi bukti optimalnya perencanaan dan operasional Angkutan Lebaran yang telah disiapkan KAI. Seluruh perjalanan didu­kung oleh kesiapan petugas, optimalisasi sarana, serta peningkatan layanan di stasiun yang semakin berorientasi pada pelanggan,” tambahnya.

Kondisi ini semakin menegaskan bahwa kereta api tetap menjadi pilihan transportasi utama ma­syarakat, khususnya da­lam momen liburan. Selain menawarkan tarif yang terjangkau, kereta api juga memberikan ke­nyamanan, keamanan, ser­ta kemudahan akses me­nuju ber­bagai destinasi wisata unggulan di Su­matera Barat.

Dengan jadwal kebe­rangkatan dan kedatangan yang andal, KAI memastikan setiap pelanggan da­pat menikmati perjalanan yang aman, tertib, dan menyenangkan.

“KAI akan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan angkutan penumpang, baik dari sisi ketepatan waktu, kenyamanan, maupun keselamatan. Selain itu, penyesuaian kapasitas dan pola operasi akan terus dilakukan untuk mengakomodasi kebutuhan mobilitas masyarakat, terutama pada periode de­ngan permintaan tinggi seperti libur panjang ini,” tutup Reza.(*)