Close

90 Guru di Kota Padang Lulus Seleksi Program Guru Penggerak Mendikbud, Babibul: Tingkatkan Kualitas Pengajaran di Padang

Habibul Fuadi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang.

AIAPACAH, METRO–Sebanyak 90 guru di Kota Padang dinyatakan lulus sebagai guru peng­gerak. Guru peng­gerak ini merupakan salah satu program dari Merdeka Bela­jar yang digagas Kementerian Pen­didikan dan Kebudayaan (Men­dikbud).

“Alhamdulillah, tahap I terpilih lebih kurang 90 orang guru di seluruh seko­lah di Kota Padang,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pa­dang Habibul Fuadi, Rabu (17/11).

Para guru ini lulus se­telah melewati sejumlah seleksi yang cukup ketat dari ribuan guru yang ikut se-Indonesia. “Seleksi gu­ru penggerak ini cukup ketat dan dilakukan secara online,” sebut Habibul.

Guru penggerak inilah nantinya melakukan dise­minasi di sekolahnya ma­sing-masing terkait bagaimana pembaharuan dari sistem pembelajaran di sekolah. Diantaranya itu menghi­lang­kan diskriminasi dalam ber­bagai bentuk di sekolah, meng­hilangkan perundu­ngan dan semua anak harus diberikan layanan individual sesuai potensi dan keung­gulannya masing-masing.

“Jadi, guru harus paham dengan karakter dan potensi yang ada pada diri anak,” sebut Habibul.

Habibul berharap, dengan program guru pengerak ini dapat meningkatkan kualitas guru di Kota Padang.

Ada 15 Sekolah Penggerak

Dijelaskan Habibul Fuadi, selain samping program guru penggerak, juga ada program sekolah penggerak. Di Kota Padang sudah ada 15 sekolah penggerak yang terdiri dari 2 TK, 9 SD dan 4 SMP.

“Jadi satu sekolah mulai dari kepala sekolah, pengawas dan seluruh guru di sekolah akan diberikan pelatihan,” ungkap Habibul.

Seleksi untuk program sekolah penggerak ini juga cukup ketat. Dari 560 kabupaten/kota di Indonesia yang baru ikut tahap I ini lebih kurang 120-an. Salah satunya Kota Padang.

Kemudian ada lagi organisasi penggerak. Yaitu lembaga penggiat pendidikan swasta masyarakat diberi kepercayaan oleh pemerintah untuk membina guru-guru.

“Di Padang yang terlibat itu lebih dari 700 guru,” jelas Habibul.

Habibul menjelaskan, Mendikbud Ristek fokus dengan guru, karena inti dari kualitas pembelajaran itu ada di guru. “Kalau bangun sekolah sebentar, ada uang ada tanah, dua bulan selesai satu lokal, tapi kalau membangun guru butuh waktu lama. Jadi pak menteri fokus pembinaan guru yang disebut merdeka belajar,” beber Habibul. (rel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top