Menu

9 Hari Uang Kembali, Jemaah Calon Haji Sudah Bisa Menarik Setoran Pelunasan Bipih

  Dibaca : 101 kali
9 Hari Uang Kembali, Jemaah Calon Haji Sudah Bisa Menarik Setoran Pelunasan Bipih
SAMPAIKAN—Kemenag menyampaikan bahwa jemaah calon haji sudah bisa menarik kembali setoran pelunasan biaya haji. Terlihat patra jemaah hajii akan berangkat ke tanah suci tahun lalu.

JAKARTA, METRO–Kementerian Agama membatalkan pemberang­katan jemaah pada penye­lenggaraan ibadah haji 1442 H/2021 M. Kebijakan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) No­mor 660 Tahun 2021 ten­tang Pembatalan Kebe­rang­katan Jemaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1442 H/2021 M. Dalam KMA ter­sebut ditegaskan jemaah calon haji batal berangkat bisa menarik kembali seto­ran pelunasan Biaya Per­jalanan Ibadah Haji (Bipih) yang telah dibayarkan. Seluruh pro­sesnya di­per­kirakan me­ma­kan waktu sembilan hari.

 “Jemaah calon haji ba­tal berangkat tahun ini dan sudah melunasi Bipih bisa mengajukan permohonan pengembalian setoran pe­lu­nasan,” kata Sekretaris Dit­jen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Sesditjen PHU) Kemenag Ramadan Haris­man, di Jakarta, Ju­mat (4/6).

Meski setoran peluna­san­nya diambil, ka­ta dia, jemaah tidak kehi­langan statusnya sebagai jemaah calon haji yang akan be­rangkat pada 1443 H/2022 M. Berdasarkan KMA ter­sebut, ada tujuh tahapan pengembalian setoran pe­lu­nasan, yaitu:  1. Jemaah mengajukan permohonan pengembalian setoran pe­lu­nasan Bipih secara ter­tulis kepada Kepala Kan­ke­menag Kabupaten/Kota tem­pat mendaftar haji de­ngan menyertakan syarat berikut: a) bukti asli setoran lunas Bipih yang dike­luar­kan oleh Bank Pene­rima Setoran (BPS) Bipih.

  1. b) fotokopi buku ta­bungan yang masih aktif atas nama jemaah calon haji dan memperlihatkan aslinya. c) fotokopi KTP dan memperlihatkan asli­nya; dan d) nomor telepon yang bisa dihubungi. 2. Permohonan jemaah ter­sebut selanjutnya akan di­verifikasi dan divalidasi Ke­pala Seksi yang membi­dangi urusan Penyeleng­garaan Haji dan Umrah pada Kankemenag Kabu­paten/Kota.

Jika dokumen dinya­ta­kan lengkap dan sah, Kasi Haji akan melakukan input data pembatalan setoran pelunasan Bipih pada apli­kasi Siskohat. 3. Kepala Kan­kemenag Kabupaten/Kota mengajukan permo­ho­nan pembatalan setoran pelunasan Bipih secara tertulis dan dikirimkan se­ca­ra elektronik kepada Direk­tur Pelayanan Haji Dalam Negeri dengan tem­busan kepada Kepala Kan­wil Kemenag Provinsi. 4. Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri menerima surat pengajuan permo­honan pembatalan setoran pelunasan Bipih dan mela­kukan konfirmasi pem­ba­ta­lan setoran pelunasan je­maah calon haji pada apli­­kasi SISKOHAT.

  1. Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri atas nama Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah mengajukan per­mohonan pengembalian setoran pelunasan Bipih secara tertulis kepada Ba­dan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) c.q. Badan Pe­lak­sana BPKH. 6. BPS Bi­pih setelah menerima Surat Perintah Membayar (SPM) dari BPKH, segera mela­kukan transfer dana pe­ngem­balian setoran lunas Bipih ke rekening jemaah calon haji dan melakukan konfirmasi transfer pe­ngem­balian setoran pelu­nasan pada aplikasi SIS­KOHAT 7. Jemaah mene­rima pengembalian seto­ran pelunasan melalui no­mor rekening yang telah di­ajukan pada tahap perta­ma.

“Seluruh tahapan ini diperkirakan akan berlang­sung selama sembilan hari. Dua hari di Kankemenag Kabupaten/Kota. Tiga hari di Ditjen PHU. Dua hari di Badan Pengelola Ke­ua­ngan Haji (BPKH). Dan, dua hari proses transfer dari Bank Penerima Setoran ke rekening jemaah,” jelas Ra­madan. (esy/jpnn)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional