Menu

9 Guru di Payakumbuh Positif Covid-19, Kadisdik Larang Tenaga Pendidik ke Luar Kota

  Dibaca : 184 kali
9 Guru di Payakumbuh Positif Covid-19, Kadisdik Larang Tenaga Pendidik ke Luar Kota
Jasman Rizal , Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumbar

PAYAKUMBUH, METRO
Sembilan orang guru yang mengajar di beberapa sekolah di Kota Payakumbuh dinyatakan positif Covid-19 setelah hasil swabnya keluar, Minggu (23/8). Sebelumnya, Kepala SMA Negeri 4 Payakumbuh meninggal dunia di Rumah Sakit Unand Padang karena positif Covid-19.

Tambahan sembilan kasus baru dari kalangan guru itu diumumkan Tim gugus tugas penanganan Covid-19 Kota Payakumbuh, dr Bakhrizal, Kepala BPBD Yufnani Awai, Kepala Dinas Pendidikan Agustion, Kepala Dinas Kominfo, Jhon Kanedi dan Kecapdin SMA wilayah Payakumbuh, Asricun, melalui ekspos via zoom dengan awak media.

“Memang hari ini (kemarin red) terjadi penambahan sembilan orang positif Covid-19 di Payakumbuh dan semuanya dari Guru. Sehari sebelumnya juga ada 1 orang petugas kebersihan di rumah dinas Wakil Wali Kota Payakumbuh,” sebut Kepala Dinas Kesehatan Payakumbuh, Bakhrizal.

Disampaikannya, sembilan guru yang dinyatakan positif bertugas di beberapa sekolah di Kota Payakumbuh, meski ada yang bertempat tinggal sesuai alamat KTP di luar Kota Payakumbuh dan anehnya sebahagian yang positif malah tidak tahu dari mana terpapar virus mematikan itu.

“Rincian guru yang positif Covid-19 yaitu dua orang guru dari SMK 1 Payakumbuh RM (59) warga Parit Rantang, Payakumbuh Barat dan S (59) beralamat di Parambahan Baso, Agam yang merupakan guru SMK 1 Payakumbuh. Penyebab dan kontak dari keduanya sampai saat ini belum diketahui,” jelas Bakhrizal.

Selanjutnya tiga orang guru SMA 3 Payakumbuh, yakni AN (56), YF (32) dan MK (60) yang kontak dengan kasus sebelumnya yang juga berasal dari sekolah yang sama. Pasien MK merupakan warga Kabupaten Limapuluh Kota. Setelah itu, ada dua guru SMA Muchtar, yakni VA (23) warga Limbukan, Payakumbuh Selatan dan MD (25) guru SMA Muchtar yang beralamat di Rambatan, Kabupaten Tanah Datar. Sampai saat ini penyebab dan kontak dari keduanya belum diketahui.

“Untuk dua orang lainnya, yakni RN (38) mengajar di SD 42, warga Payobasung, Payakumbuh Timur dan GY (53) guru SMA 4, warga Payakumbuh Barat yang kontak dengan kasus sebelumnya berinisial M.” ujarnya

Untuk seluruh guru yang dinyatakan positif Covid-19, disampaikan Bakhrizal, akan dilakukan karantina atau isolasi di Balai Diklat PPSDM Baso, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam. Dia juga akan memastikan tracking terhadap orang-orang yang pernah kontak dekat dengan dembilan orang positif Covid-19. Bahkan jika guru yang bersangkutan sudah pernah di swab tetàpi setelah itu kontak dengan yang positif akan dilakukan lagi.

“Terkait dengan kelompok belajar dan pasantren, akan dilakukan evaluasi kembali. Sedangkan untuk pasantren baik santri maupun guru sudah dilakukan swab dan harus mematuhi himbauan untuk tidak boleh keluar dan masuk pasantren,” ungkap Bahkrizal.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Agustion pada kesempatan itu menyampaikan, dirinya sudah membuat Surat edaran ke sekolah-sekolah untuk tenaga pendidik di larang ke luar kota untuk sementara waktu. Dia juga meminta supaya tamu-tamu dari luar juga diundur untuk berkunjung.

“Kita sudah keluarkan edaran larangan keluar kota untuk tenaga pendidik dan kependidikan sampai batas waktu yang belum ditentukan. Dan kita juga sudah mengundur rencana proses belajar mengajar tatap muka yang seharusnya kita lakukan 24 Agustus 2020 ini,” sebut Agustion.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan wilayah Payakumbuh, Tanah Datar dan Limapuluh Kota, Asricun, juga menyampaikan sudah menyampaikan apa yang menjadi edaran Kepala Dinas Pendidikan dan untuk sementara waktu belajar dari rumah. “Untuk sementara guru bekerja dari rumah,” sebutnya.

Kepala BPBD Kota Payakumbuh Yufnani Awai, kepada wartawan menyampaikan bahwa Tim gugus tugas akan melakukan rapat evaluasi pada Senin 24 Agustus 2020 ini terkait penanganan Covid-19. Dia juga meminta agar masyarakat mematuhi aturan protokol kesehatan dengan tetap pakai masker, cuci tangan dengan sabun, haha jarak dan tidak berkerumun.

“Kita akan lakukan evaluasi dan berharap masyarakat mematuhi edaran Wali Kota untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Karena penyebaran Covid-19 klaster kedua sedang terjadi, dan ini bisa lebih dahsyat lagi karena masyarakat mulai abai dengan protokol kesehatan,” ucapnya.

Untuk Payakumbuh dalam Minggu ini sudah tercatat 22 kasus positif, termasuk Wakil Wali Kota. Sedangkan spesimen swab yang sedang ditunggu hasilnya masih sangat banyak. Sebab, Kota Payakumbuh termasuk daerah yang sangat aktif dalam melakukan swab bahkan dengan delapan petugas medis yang melakukan swab mampu bekerja mengambil sampel swab sehari 300 orang. (us)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional