Menu

88 Makam Dikubur sesuai SOP Covid-19, Daya Tampung TPU Bungus Masih Banyak

  Dibaca : 63 kali
88 Makam Dikubur sesuai SOP Covid-19, Daya Tampung TPU Bungus Masih Banyak
LAHAN LUAS— Gerbang masuk TPU Bungus Teluk Kabung. TPU ini masih memiliki lahan yang luas untuk bisa menampung sebanyak 1.000 jenazah.

BALAI BARU, METRO
Sejak meningkatnya kasus corona di Kota Padang, jumlah masyarakat yang dimakamkan di pemakaman khusus Covid-19 di Taman Pemakaman Umum (TPU) Bungus Teluk Kabung makin banyak. Hingga kini jumlah jenazah yang telah dimakamkan dengan prosedur Covid-19 adalah sebanyak 88 jenazah.

Berdasarkan data di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Padang, jumlah tersebut terdiri dari 78 orang ber-KTP Padang dan 10 orang ber-KTP luar Padang. Selain itu, ada pula sebanyak 29 jenazah dimakamkan di makam keluarga masing-masing dengan prosedur Covid-19.

“Jenazahnya makin bertambah. Tapi lahan kita masih luas di TPU Bungus,” ujar Kepala DLH Kota Padang, Mairizon kepada POSMETRO, Senin (28/9).

Ia mengatakan, saat ini masih ada lahan sebanyak 1 hektare lagi. Lahan seluas ini menurutnya masih bisa menampung sebanyak 1.000 jenazah lagi. “Kalau patokan kita kalau 1 hektare, masih bisa muat 1.000 jenazah lagi,” tukasnya.

Sebelumnya, Mairizon mengungkapkan, di masa new normal saat ini, tindakan sama tetap diberlakukan bagi korban Covid-19 atau yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP). Bagi masyarakat Padang yang meninggal karena Covid-19 dan yang berstatus PDP, tetap dikuburkan di lahan pekuburan khusus Covid-19 di Bungus Teluk Kabung.

“Perlakuan tetap. Bagi yang meninggal karena Covid-19 atau berstatus PDP, tetap memakai prosedur Covid-19. Kita akan kuburkan di TPU Bungus. Dan semua prosesnya ditanggung pemerintah,” ungkapnya.

Namun kata Mairizon, jika ada permintaan pihak keluarga yang meminta dikuburkan di pandam pekuburan keluarga, diperbolehkan. Tapi penyelenggaraan jenazah hingga terkubur tetap dilakukan pemerintah sesuai SOP pemakaman Covid-19, dan pihak keluarga tak boleh ikut.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Feri Mulyani mengatakan, saat ini angka penderita Covid-19 sangat tinggi. Feri Mulyani menyampaikan banyaknya kasus Covid-19 disebabkan karena masyarakat masih tak patuh. “Bahkan ada sebagian masyarakat mengatakan Covid-19 tidak ada. Mereka masih tak patuh, makanya kasus Covid-19 banyak,” sebutnya.

Ia berharap masyarakat segera mematuhi protokol kesehatan sebelum tertular virus ini. Seperti, selalu pakai masker, jaga jarak dan hindari kerumunan tiap hari. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional