Menu

80 Halte Trans Padang Dibangun di Bypass

  Dibaca : 179 kali
80 Halte Trans Padang Dibangun di Bypass
BERI PENJELASAN— Kepala Dishub Padang, Dian Fakri beri penjelasan kepada awak media di Media Center Balai Kota Padang, Rabu (27/3).

AIAPACAH, METRO – Sebanyak 80 unit halte bus Trans Padang bakal dibangun dalam waktu dekat oleh Pemko Padang di sepanjang jalan Bypass. Saat ini prosesnya sedang lelang di Unit Layanan Pengadaan (ULP).

Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang, Dian Fakri menyebutkan, dialokasikan anggaran senilai Rp400 juta untuk membangun halte fortable (berbentuk tangga) itu. Pihaknya menargetkan pembangunan halte akan rampung Juni 2019. Kemudian, pada Juli 2019 nanti, bus Trans Padang rute koridor IV, Bypass Bukit Putus hingga Bypass Anakaia akan dioperasionalkan.

”Sekarang sedang lelang pembangunan halte. Dalam waktu dekat akan segera dibangun haltenya,” sebut Dian Fakri di Media Center Balai Kota Padang, Rabu (27/5).

Dian menjelaskan, jumlah halte yang akan segera dibangun ada sebanyak 80 titik. Terdiri dari 40 titik di sisi kiri dan 40 titik di kanan. Jika pembanguann halte selesai, maka bus akan segera dioperasionalkan.

Saat ini menurutnya, sudah ada 10 unit bus Trans Padang bantuan dari pusat yang sudah disiapkan untuk dioperasionalkan pada koridor IV. Selain itu, pada APBD 2019 ini kata Dian, juga telah dianggarkan dana untuk operasional Trans Padang untuk tiga bulan. Jika anggarannya habis, maka akan diupayakan di APBD Perubahan 2019.

”Dana operasionalnya baru diplot untuk tiga bulan saja. Tapi untuk anggaran perubahan nanti kita upayakan penambahannya,” terang Dian lagi.

Saat ini bus massal Trans Padang baru dioperasionalkan pada koridor I, yakni Pasar Raya-Lubuk Buaya. Pemko menargetkan hingga beberapa tahun ke depan, semua koridor sudah terisi.

Ia menjelaskan, tak hanya berharap dari pemerintah pusat, rencananya untuk memenuhi kebutuhan akan Trans Padang, Dinas Perhubungan juga akan mengkerjasamakan pengadaan bus dengan pengusaha pengusaha angkutan yang ada di Kota Padang. Sebab dana APBD Padang tak cukup untuk menutupinya.

“Anggaran APBD kita tak mampu. Makanya kita nanti juga akan melibatkan para pengusaha angkutan,” sebut Dian.

Sebelumnya, Kabid Angkutan Dinas Perhubungan Kota Padang, Jovi Satrios mengatakan, sesuai kajian yang dilakukan Dishub pada tahun sebelumnya, jumlah bus yang dibutuhkan untuk mengoperasionalkan koridor 4 adalah sebanyak 24 unit. Sementara saat ini bus yang sudah siap sebanyak 10 unit.

Bus bantuan dari Kementerian Perhubungan itu kini sebut Jovi, sedang diparkir di terminal truk Koto Lalang menjelang dioperasikan di koridor 4 nanti. Diakui Jovi, jumlah bus memang belum mencukupi. Namun sambil jalan, Pemko melalui Dishub akan mencarikan solusi untuk penambahan armada.

Dikatakan, pengoperasian bus Trans Padang di koridor 4 akan berpengaruh pada angkot yang ada. Ada beberapa trayek yang akan terpengaruh. Yakni, trayek 439 berwarna ungu dengan jurusan pusat kota-Aiapacah. Kemudian juga trayek 724 bewarna kuning jurusan Teluk Bayur ke TVRI. Selain itu juga ada beberapa rute lainnya yang terpengaruh beberapa meter. Seperti jurusan Pasar Raya-Belimbing.

Semua itu sebut Jovi, akan dibicarakan lagi dengan pengusaha angkot. Sehingga keberadaan Trans Padang di koridor 4 tidak berdampak negatif pula pada angkutan yang ada.

“Tentu sebelum diterapkan, kita bicarakan dulu dengan para pengusaha angkot dari berbagai trayek tersebut,” ujarnya. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional