Menu

8 Kios di Simpang Tanjung Pati, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Ludes Terbakar,  Kerugian Ditaksir Rp 1,5 Miliar

  Dibaca : 163 kali
8 Kios di Simpang Tanjung Pati, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Ludes Terbakar,  Kerugian Ditaksir Rp 1,5 Miliar
KEBAKARAN— Rumah dan delapan kios di Simpang Tanjung Pati, Kabupaten Limapuluh Kota ludes terbakar.

LIMAPULUH KOTA, METRO–Delapan kios dan satu rumah di Simpang Tanjung Pati, Jorong Tanjuang Pati, Nagari Koto Tuo, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota mengalami kebakaran, Senin (2/8) sekitar 19.40 WIB. Sontak saja, kebakaran itu menimbulkan kepanikan.

Api yang cepat menjalar dari satu kedai ke kedai lainnya menimbulkan api yang sangat besar karena kedai terbuat dari papan dan bahan mudah terbakar. Bahkan, saking besarnya api, kendaraan yang hendak melintas pun terpaksa disetop sehingga menimbulkan kemacetan di jalan raya Tanjuang Pati-Pekanbaru.

Sebanyak sembilan unit mobil Damkar dari Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh dikerahkan ke lokasi. Petugas pun berjibaku menjinakkan api agar tidak merembes kebangunan lain yang dekat dengan kobaran api. Apalagi, kawasan itu berjejer dengan rumah, kedai dan ruko.

Lebih dua jam dilakukan pemadaman, kebakaran itupun berhasil dipadamkan dan dilanjutkan dengan pendinginan. Meski tidak ada korban jiwa, dalam peristiwa naas itu, kerugian materi ditaksir mencapai 1,5 miliar. Arus lalu lintas baru kembali normal sekitar pukul 21.45 WIB.

Kadis Damkar Lima Puluh Kota, Alfian mengatakan, pihaknya menerjunkan sebanyak enam unit armada dibantu tiga unit armada dari Kota Payakumbuh. Dirinya mengakui tim dilapangan berjibaku menjinakkan api selama dua jam.

“Ada sembilan unit armada Damkar dari yang dikerahkan ke lokasi. Dari data yang kita dapatkan, kebakaran ini meludeskan satu unit rumah dan delapan kios. Dalam kejadian ini, dipastikan tidak ada korban jiwa. Untuk penyebab kebakaran, kita serahkan kepada Polisi,” ungkapnya, Selasa (3/8).

Camat Harau Andri Yasmen mengatakan, rumah yang terbakar merupakan milik Zulfadillah Sandi. Satu unit bengkel milik Gapuak, kedai jahitan rajut milik Upiak, kedai minuman siap saji JRG milik Yuda, kedai santan milik Bayu, kedai kain online milik Fici dan Zulmaini.  Kemudian, satu unit toko jahit pakaian milik Ad, Kedai buah pisang Milik Zulfadillah Sandi dan kedai ayam geprek milik Zulfda.

“Ada Rumah Permanen, ada toko dan kedai. Jumlah bangunan yang terbakar ada sembilan dan ada 11 Kepala Kelurga yang terdampak kebakaran. Mereka ada yang tinggal langsung di kios tempat jualan mereka. Saat ini mereka mengungsi ke rumah kelurganya,” ucap Adri Yasmen kepada wartawan, Selasa (3/8).

Disampaikan Adri Yasmen, saat kejadian Bupati langsung ke lokasi. Kemudian pihaknya juga sudah menyampaikan kepada BPBD, Basarnas dan Dinas Sosial untuk memberikan bantuan seperti tenda pengungsian dan logistrik untuk meringankan beban mereka.

“Kejadian pertama kili terlihat api dari salah satu kedai, namun api dengan cepat membesar mengingat sebagian bahan bangunan berasal dari kayu dan mudah dilalap api. Melihat api mulai membesar, masyarakat sekitar terutama pemilik rumah dan kedai cepat tahu dan menyelamatkan diri dari kobaran api,” pungkasnya. (uus)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional