Menu

8 Anak Punk Lintas Provinsi Diamankan

  Dibaca : 1331 kali
8 Anak Punk Lintas Provinsi Diamankan
RPW (38), warga Koto Langang, Kenagarian Punggaaan Timur, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan diamankan Polsek Lengayang Polres Pessel, usai korban R (40) melapor ke Polsek Lengayang. 
anak punk diringkus

Sejumlah anak punk diamankan.

PAYAKUMBUH, METRO–Pol PP Kota Payakumbuh kembali mengamankan delapan orang anak punk yang berkeliaran di seputaran pasar dan pusat perbelanjaan di Kota Payakumbuh, tepatnya di kawasan Pasar Bertingkat. Kedelapannya, kemudian digiring ke markas Satpol PP di lapangan Poliko untuk dimintai keterangan.

“Kita amankan mereka karena masyarakat sudah risih dan resah dengan gaya tidak bersih anak punk, ditambah tingkahnya yang sudah di luar batas kebolehan. Maka saya tidak ingin masyarakat terganggu dengan apa yang mereka lakukan, maka kita amankan untuk kemudian kita lakukan pembinaan dengan memanggil orangtuanya,” jelas Kasatpol PP Kota Payakumbuh, Fauzi Pirdaus, Senin (2/11) kemarin.

Delapan anak punk yang berhasil diamankan Pol PP dalam razia pekat itu tidak hanya berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat, tetapi juga dari Propinsi Riau, Sumatera Utara dan Jawa Barat. Mereka berdalih hanya sekedar singgah kemudian melanjutkan perjalanan menuju Batam, Kepulauan Riau. Padahal mereka sudah bermalam di Payakumbuh.

Kedelapan anak tersebut yakni, H (25) asal Padang Pariaman, AJ (23) asal Bogor, H (22) asal Rohul yang mengaku hanya sekedar singgah semalam di Payakumbuh untuk beristirahat dan akan melanjutkan perjalanan menuju Batam, Kepulauan Riau dan Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

Sedangkan, I (17) asal Payakumbuh, WS (24) Padang Panjang, B (24) dan A (18) sama-sama berasal dari Kota Bukittinggi dan A (22) asal Padang Sidempuan, Provinsi Sumatera Utara. Mereka mengaku bergabung dengan anak punk atas kemauan sendiri dan sudah lama menjalani hari-hari sebagai anak punk.

Bahkan, WS menyebut sudah bergabung dengan anak punk sejak satu tahun belakangan, begitu juga A, menyebut sudah lama sekali bergabung sebagai anak punk. “Sudah lama, kami bergabung atas kemauan sendiri, tidak ada paksaan dari siapapun,” jelasnya kepada penyidik Pol PP, Jimy Albert.

Sementara, Kadinsos Payakumbuh, Idris mengatakan, pihaknya akan memanggil orangtua para korban, kemudian bagi yang tidak mampu akan dikirim ke panti sosial di Lubuk Alung. Namun, ada beberapa orang yang dilepaskan dan diminta kepada orangtua mereka agar memberikan nasehat untuk tidak lagi ikut menjadi anak punk.

”Nantinya di panti sosial mereka akan mendapatkan berbagai pelatihan dan kegiatan dalam rangka menggali potensi diri. Dengan pelatihan itu nentinya akan memberikan skil bagi mereka untuk bisa mandiri di kemudian hari. (us)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional