Menu

76 PKH Terima Graduasi Berdikari Sejahtera di Bukittinggi, KPM Diharapkan Naik Kelas

  Dibaca : 393 kali
76 PKH Terima Graduasi Berdikari Sejahtera di Bukittinggi, KPM Diharapkan Naik Kelas
TERIMA SERTIFIKAT— Sebanyak 76 orang penerima Program Keluarga Harapan (PKH) menerima Sertifikat Graduasi Berdikari Sejahtera agar yang bisa naik kelas. Sertifikat diserahkan Asisten II Setdako Bukittinggi di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi.

BUKITTINGGI, METRO–Sebanyak 76 orang penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) menerima sertifikat Graduasi Berdikari Sejahtera, Kamis (10/6). Sertifikat itu diserahkan Asisten II Setdako Bukittinggi di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi. Kadis Sosial Bukittinggi Linda Faroza mengatakan, PKH adalah program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada keluarga pra sejahtera yang ditetapkan sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH. Para penerima Program Keluarga Harapan diharapkan berhasil naik kelas dan meraih Graduasi Berdikari Sejah­tera sehingga kualitas hi­dupnya semakin membaik.

Dan diharapkan akan diikuti KPM lain yang sudah tergolong mampu. Hal ini juga berperan dalam me­nurunkan angka kemiskinan di Bukittinggi. Hari ini juga diserahkan kartu PKH kepada 20 Keluarga Penerima Manfaat baru. Terhitung hingga Februari 2021 telah ada 1139 KK penerima PKH. Selama program PKH dari akhir 2016 hingga sekarang, 222 KK telah keluar dari PKH.

Pimpinan Cabang BRI Bukittinggi Hari Prasetya mengatakan, Kota Bukittinggi telah memulai PKH sejak 2016 hingga sekarang dengan BRI ditunjuk untuk membantu Dinas Sosial menyalurkan. Tidak saja PKH juga untuk program lainnya. Saat ini ada 1184 KKS PKH yang aktif di BRI. Dengan di graduasi 76 KK hari ini, ada kenaikan dari tahun lalu yang berjumlah 40 KK.

“Bagi yang menerima sertifikat graduasi, BRI sebagai agen pembangunan bisa membantu kepada yang ingin berusaha tapi memiliki keterbatasan da­na. BRI ada fasilitas kredit untuk usaha produktif yaitu kredit super mikro, tanpa agunan dengan maksimal plafon 10 juta bunga 6 persen setahun. Dengan syarat WNI, memiliki NIK yang terdaftar dan memiliki usaha dengan bukti keterangan dr aparat setempat. Ada pula kredit mikro dengan maksimal plafon Rp 50 juta dengan syarat minimal usaha telah berjalan 6 bulan,” jelas Prasetya.

Asisten II Setdako Bukittinggi, Isra Yonza mengatakan, dalam visi dan misi Walikota, terdapat harapan bagaimana mengangkat perekonomian ma­syarakat dari tingkat bawah. Pemerintah bekerja sama dengan BRI dan Baznas di berikanlah bantuan ini. “Mungkin tidak besar jumlah nya tapi mem­­berikan manfaat yang sangat besar bagi masya­rakat,” ungkap Isra.

Isra berharap, kedepan masyarakat yang dibantu lewat PKH akan semakin berkurang dan mampu ber­­diri sendiri. Karena itu Pemko berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, bagi keperluan sekolah dan keperluan pendidikan anak dan balita.

“Kepada penerima gra­duasi, Bukittinggi masih memiliki berbagai program, salah satunya permodalan dari BRI. Sehingga yang semula mendapatkan bantuan kemudian bisa menghasilkan dan berkembang tanpa mengharapkan bantuan pemerintah. Pemko pun berharap pelaku usaha mampu memahami teknologi dan mampu memasuki dunia digital. Sehingga perekonomian berkembang lebih baik,”ujarnya. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional