Menu

70 % Wilayahnya Agam Rawan Bencana, Libatkan Nagari dalam Pengelolaan Hutan

  Dibaca : 128 kali
70 % Wilayahnya Agam Rawan Bencana, Libatkan Nagari dalam Pengelolaan Hutan
Kepala DLH Agam Hamdi menerangkan pentingnya sosialisasi akan pentingnya fungsi hutan dalam mencegah kerusakan lingkungan dan bencana alam. (ist)

AGAM, METRO – Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumberdaya Manusia Kabupaten Agam, Erniwati mengatakan bahwa 70 persen Kabupaten Agam merupakan daerah yang wilayahnya merupakan kawasan rawan bencana. Sehingga, Kabupaten Agam menjadi etalase bencana.

Oleh karena itu, pengarusutamaan lingkungan hidup dan mitigasibencana dalam perencanaan pembangunan serta pengelolaan hutan harus menjadi perhatian khusus.

Apalagi, hutan merupakan penyangga kehidupan manusia. Daya dukung hutan ditentukan oleh tingkat kesadaran manusia akan arti penting hutan dalam pengelolaan dan pemanfaatannya.

Hal ini disampaikannya, Erniwati saat membuka kegiatan sosialisasi pengelolaan hutan yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Agam, di Aula Utama Kantor Bupati Agam dengan melibatkan 52 perwakilan dari 13 nagari dan sembilan kecamatan yang berbatasan dengan hutan di Kabupaten Agam. Kamis (1/8).

Bertindak sebagai narasumber, unit Pengendalian Ekosistem Hutan (PEH) BKSDA Resort Agam, Ade Putra, Dinas Kehutanan Provinsi Sumbar, Yonefis, dan Yosmike Yusra dari DLH Provinsi Sumbar.

Erniwati mengatakan, menjaga keberlanjutan lingkungan hidup dengan baik dan sehat merupakan amanat UUD 1945.

Prinsip ini telah diakomodir dalam pembangunan Kabupaten Agam melalui misi ke-enam RPJMD yaitu pembangunan berkelanjutan, berwawasan lingkungan, tata ruang, mitigasi bencana, dan menjadikan Agam sebagai destinasi pariwisata unggulan.

“Pembangunan yang berkelanjutan akan terwujud jika tiga pilar pembangunan yaitu ekonomi, sosial dan lingkungan hidup dapat berjalan secara selaras dan seimbang,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala DLH Agam Hamdi mengatakan, tujuan dari kegiatan ini adalah mensosialisasikan akan pentingnya fungsi hutan dalam mencegah kerusakan lingkungan dan bencana alam.

“Kegiatan ini juga dalam rangka mengakomodir usulan dan permintaan masyarakat pada Musrenbang Kabupaten Agam,” ungkapnya.

Sosialisasi ini sangat penting guna memberikan pemahaman kepada masyarakat, bahwa hutan menjadi media hubungan timbal balik antara manusia dan makhluk hidup lainnya, yang merupakan suatu kesatuan siklus agar dapat mendukung kehidupan. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional