Close

7 Wanita Pemandu Karaoke Terjaring Razia di Batu Kalang, Ruangan Tertutup dan Sediakan Minuman Beralkohol

DIRAZIA— Tim Satpol PP Pessel mengamankan tujuh wanita pemandu di tempat hiburan karaoke tertutup di Batu Kalang, Kecamatan Koto XI Tarusan.

PESSEL, METRO–Langgar batas jam operaional, Tim Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pesisir Selatan merazia tempat hiburan Karaoke Arjuna di Batu Kalang, Kecamatan Koto XI Taru­san,  Sabtu (4/12) pukul 23.30 WIB.

Dalam penggerebekan itu, petugas penegak Perda tersebut mengamankan tujuh wanita yang bekerja sebagai pemandu karaoke dan dua orang pria yang merupakan pengunjung tempat hiburan itu. Mereka diamankan saat berada dalam ruangan karaoke.

Tujuh orang wanita pe­mandu karaoke tersenut masing-masing RE (23 th) warga Inderapura, NUD (22 ) dan NA (49) warga Su­ran­tih, DMS (32) warga Ba­yang, FTR (35), TA (33) dan EY (33) warga Lubuk Ling­gau. Selain 7 wanita pe­mandu, petugas juga me­nga­mankan 2 pengunjung yakni RK (30) dan AD (30).

Selain melanggar jam operasional, petugas juga mendapati ruangan karao­ke yang tertutup sehingga sangat rawan terjadi per­buatan maksiat. Bahkan, petugas juga mendapati adanya minuman ber­alko­hol yang dijual tanpa izin.

Kasat Pol PP dan Pema­dam Kebakaran, Kabu­pa­ten Pesisir Selatan Dailipal melalui Kabid Trantib Sat­pol PP dan Damkar Pessel, D Agung Pribumi pada Pos Metro mengatakan, kebe­ra­daan lokasi karaoke me­lang­gar Perda Kabupeten Pesisir Selatan Nomor 1 Tahun 2016 tentang Keten­traman Masyarakat dan Ketertiban Umum.

“Sesuai Perda, jam ope­rasi tempat hiburan karaoke adalah dari jam pukul 10.00 WIB sampai pukul 23.00 WIB. Tapi, saat didatangi, sudah lewat dari aturan jam operasi yang ditentukan oleh Perda,” ungkap Agung.

Dijelaskan Agung, dlam razia ini Tim Trantibum Satpol PP berhasil men­jaring sebanyak tujuh orang pemandu karaoke dan dua orang tamu dalam room yang tertutup di  Ka­rao­ke Arjuna. Selain itu juga terdapat minuman beralkohol.

“Dalam aturannya, men­cegah maksiat, tidak di­perbolehkan membuat rua­ngan karaoke yang ter­tutup,  memakai lampu re­mang-remang, meng­ga­ngu lingkungan sekitarnya dan menyediakan wanita pendamping atau peman­du karaoke untuk tamu. Kepada pemandu dan ta­mu kita lakukan pembi­naan. Sedangkan pemilik usaha akan diberikan sank­si sesuai  ketentuan yang berlaku,” pungkasnya. (rio)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top