Close

7 Pelanggar Perda Jalani Sidang Tipiring di Kota Padang, Bayar Denda dari Rp50 Ribu hingga Rp1 Juta

SIDANG TIPIRING— Tujuh warga dengan berbagai profesi menjalani sidang tipiring secara virtual di aula Mako Satpol PP Kota Padang, Rabu (26/10). Mereka rata-rata harus membayar denda yang sudah diputuskan hakim dari PN Klas IA Padang.

TAN MALAKA, METRO–Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang mem­berikan tindakan tegas terha­dap pelanggar perda yang sudah sering diberi surat pe­ringa­tan, namun tidak juga me­ngikuti aturan yang dikeluarkan Pemko Padang. Rabu (26/10) pagi, tujuh warga pelanggar perda menjalani sidang tipiring secara virtual, di aula Mako Satpol PP.

Kabid Penegakan Peraturan Perundang-undangan Daerah (P3D) Rio Ebu Pratama menga­ta­kan, rata-rata yang menjalani sidang adalah warga yang sudah sering mendapat pe­ringatan, baik secara lisan mau­pun surat peringatan (SP) tertulis.

Ketujuh pelanggar tersebut, yakni, tiga pedagang kaki lima (PKL), satu pak Ogah, satu orang berprofesi sebagai badut, pemilik kos-kosan dan satu pengusah kafe karaoke.

“Rata-rata semua terdakwa memilih untuk membayar denda yang sudah diputuskan hakim tunggal Moh. Ismail Gunawan S.H, dari Pengadilan Negeri Klas I A Padang,” katanya.

Dijelaskan, pertama, terdakwa berinisial HP yang berprofesi sebagai badut. Dia beraktifitas di perempatan lampu merah dan melanggar Perda 11 tahun 2005, tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat, dijatuhi putusan denda sebesar Rp150.000.

Kedua, terdakwa berinisial RS yang beraktifitas sebagai pak Ogah dan diberikan putusan denda sebesar Rp250.000. Ketiga, terdakwa berinisial AZ yang berjualan di atas fasilitas umum dan dijatuhi putusan denda sebesar Rp1.000.000

Keempat, terdakwa berinisi TT yang berprofesi sebagai PKL yang meninggalkan lapak miliknya dengan sengaja diatas trotoar dan dijatuhi putusan denda sebesar Rp.500.000. Kelima, terdakwa atas nama HS sebagai pemilik kos-kosan yang dijatuhi putusan denda sebesar Rp50.000 dan keenam terdakwa berinisial AL  yang berprofesi sebagai pemilik kafe karaoke yang dijatuhi putusan denda sebesar Rp500.000.

“Keenam terdakwa telah menerima putusan denda dari  hakim. Sedangkan satu orang terdakwa berinisial AF yang berprofesi sebagai PKL untuk proses sidangnya ditunda, lantaran terdakwa tadi menghilang saat persidangan berlangsung. Sidang untuk terdakwa AF untuk sementara dihentikan terlebih dahulu,” tambahnya.

Rio menjelaskan, setiap pelanggar perda yang telah diingatkan secara humanis, baik secara lisan maupun secara tulisan yang tidak mengindahkan, dipastikan akan dilanjutkan dalam persidangan.

“Kita akan bekerja sesuai SOP serta kita akan selalu mengingatkan dan menasehati pelanggar Perda yang kita dapati nantinya, namun kita juga tetap bertindak tegas sesuai aturan,” tegas Rio. (ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top