Close

7 Orang Tewas Tertimbun Longsor, Korban Satu Keluarga, Padangpariaman Tanggap Darurat 14 Hari

LONGSOR— Proses pencarian dan evakuasi tujuh korban yang tertimbun tanah longsor di Korong Tanah Taban, Nagari Pasie Laweh, Kecamatan Lubuk Alung.

PDG. PARIAMAN, METRO–Tiga rumah di Korong Tanah Taban, Nagari Pasie Laweh, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padangpariaman, di­hantam tanah longsor, Rabu (29/9) sekitar pukul 19.00 WIB. Bencana itu disebabkan hujan deras yang melanda wilayah ter­sebut sejak pagi.

Akibatnya, satu ke­luar­ga yang berjumlah tujuh orang tewas tertimbun ta­nah longsor. Para korban tewas diketahui bernama Andi Karba Nduru (50), Yeri Hati Gobasa (46), Vianus (25), Esnimar (18), Aldi (11), Wita (8), Putri (6).

Hingga Kamis siang (30/9), ketujuh korban su­dah berhasil ditemukan dan dievakuasi petugas dalam kondisi tak ber­nya­wa.

Selain menimbulkan tujuh korban jiwa, bencana tanah longsor itu juga me­ng­akibatkan satu orang warga yang menempati salah satu dari tiga rumah, bernama Yunita (45) me­nga­lami patah tulang, hing­ga harus dilarikan ke ru­mah sakit untuk menda­patkan perawatan medis.

Terlihat, rumah yang dihuni satu keluarga yang tewas itu memang berada persis di dekat tebing dan kondisinya hancur tertim­bun longsor. Sedangkan rumah di sebelahnya me­nga­lami rusak berat dan satu rumah permanen me­nga­lami rusak ringan.

Kepala Pelaksana BPBD Padang Pariaman Budi Mulya, mengatakan, pada saat longsor, tujuh  orang korban itu berada di dalam rumahnya.  Mereka diketahui satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak-anaknya yang semuanya suku Nias.

“Pencarian berlang­sung dua hari. Tiga orang lebih awal di evakuasi da­lam keadaan meninggal, se­dangkan empat orang lainnya yang dievakuasi pada Kamis (30/9) juga dalam keadaan tak ber­nyawa,” ungkap Budi Mu­lya.

Dijelaksan Budi Mulya, Tim BPBD saat ini masih te­tap berada di lokasi wa­lau proses pencarian kor­ban hilang telah selesai. BPBD masih di lokasi keja­dian untuk membantu mem­bersihkan sisa material longsor.

“Setelah seluruh kor­ban ditemukan, kita juga fokus untuk melakukan pembersihan material long­sor di lokasi tersebut. Ta­nah longsor ini terjadi akibat tingginya curah hu­jan dalam dua hari ter­akhir. Bahkan, proses eva­kuasi sempat terganggu karena cuaca masih ek­strem,” ungkap Budi Mul­ya.

Secara keseluruhan bencana di Padang­paria­man, lanjut Budi,  setidak­nya ada delapan korban meninggal dunia, tiga orang luka-luka dan 30 ken­daraan rusak serta 10 kios rusak dalam bencana yang melanda Kabupaten Pa­dang Paria­man.

“Itu baru laporan se­mentara, karena kita masih melakukan pendataan ru­mah yang dilanda banjir. Be­lum semua data yang masuk ke BPBD,” pung­kasnya.

mah yang rusak akibat tertimbun longsor. Rin­ciannya, satu unit rumah rusak ringan, satu rusak berat, dan satu rumah hancur tertimbun. Selain itu juga terdapat enam unit motor yang ikut tertimbun longsor.

Ratna Wilis meng­ung­kap­kan, sewaktu kejadian, diri­nya tidak ada men­de­ngar teriakan minta tolong dari keluarga yang mening­gal tersebut. Namun pada malam harinya dirinya mendengar suara minta tolong. “Saya berpikir mu­ng­kin suara hantu,” ung­kap­nya.

Dari pantauan di lokasi kejadian, ketinggian air ketika banjir sekitar 1,5 meter. Hal ini terlihat ada­nya bekas air di dinding rumah tersebut. Air surut sekitar jam 3.00 WIB dini hari. Kejadian longsor se­kitar pukul 19.00 WIB.

Warga lainnya, Ahmad Risman mengungkapkan, tujuh korban yang mening­gal merupakan pembuat batu bata. “Jadi tanah long­sor yang menimbun ru­mahnya sisa galian batu bata belakang rumahnya,” ung­kapnya.

Sementara, Kepala Bi­dang Kedaruratan dan Lo­gis­tik BPBD Sumbar, Ru­mai­nur mengatakan, se­mua jenazah korban tanah longsir di  Korong Tanah Taban, Nagari Pasia Laweh baru berhasil dievakuasi tim SAR gabungan pada Kamis (30/9) menjelang siang.

“Semua korban sudah berhasil dievakuasi. Tiga korban ditemukan Kamis pagi. Empat lainnya dite­mu­kan pukul 11.15 WIB. Semuanya satu keluarga yang tinggal di satu ru­mah,” kata Rumainur.

Rumainur menje­las­kan, saat kejadian, curah hujan sangat tinggi. Dam­pak­nya, tebing di belakang ru­mah itu, yang meru­pa­kan lokasi pembuatan batu bata, long­sor dan menimpa rumah. Ketujuh korban ikut ter­timbun. Satu rumah lain­nya di sekitar lokasi, yang berisi empat anggota ke­luarga, juga tertimbun. Se­mua peng­huni selamat mes­kipun satu di antara mereka me­nga­lami patah tulang.

“Jadi, tebing yang ta­nah­nya diambil untuk batu bata tersisa di depan ru­mah. Bagian kiri-kanannya habis. Saat hujan deras, tebing tersebut longsor. Longsornya tidak terlalu besar, tetapi sangat dekat dengan rumah,” ujar Ru­mai­nur.

Longsor lainnya terjadi di Korong Batu Basa, Na­gari III Koto Aua Malin­tang, Kecamatan IV Koto Aua Malintang yang meng­aki­batkan tertimbunnya ba­dan jalan provinsi yang meng­hubungkan antara Ka­­bupaten Padang Paria­man dan Kabupaten Agam.

Kemudian di Korong Kiambang, Nagari Lubuk Pandan, Kecamatan 2 x 11 Anam Lingkuang sehingga pohon tumbang dan me­nimpa badan jalan nasional Padang-Bukittinggi.

Selanjutnya di Korong Rimbo Kalam sebanyak tiga titik di Nagari Andu­riang, Kecamatan 2 x 11 Kayu Tanam yang menim­bun jalan yang meng­hu­bungkan Kecamatan 2 x 11 Kayu Tanam dengan Keca­matan Lubuk Aluang se­hingga arus jalan ter­gang­gu.

Selain itu, Padang Pa­ria­man juga diterjang ban­jir bandang di Nagari Su­ngai Buluah Timur, Keca­matan Batang Anai, Nagari Tandikek, Kecamatan VII Koto Patamuan.

Banjir juga terjadi di dua Nagari di Kecamatan Nan Sabaris, Nagari Campago Kecamatan V Koto, Nagari Lubuk Aluang, Kecamatan Lubuk Aluang, sejumlah nagari di Kecamatan Ba­tang Anai, Nagari Toboh Gadang Selatan di Keca­matan Sintuk Toboh Ga­dang, dan sejumlah Nagari di Kecamatan Ulakan Tapa­kis.

Pohon tumbang juga terjadi di sejumlah keca­ma­tan di Padangpariaman yakni di Kecamatan Batang Anai, Kecamatan Ulakan Tapakis, Kecamatan Sin­tuak Toboh Gadang, Keca­matan Sungai Limau, dan Kecamatan VII Koto.

Padangpariaman Tanggap Darurat 14 Hari

Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman mene­tap­kan status tanggap da­ru­rat pasca terjadinya ben­cana banjir, pohon tum­bang hingga longsor. Dari bencana yang terjadi di wilayah itu, se­banyak dela­pan orang di­nya­takan me­ninggal du­nia.

“Tanggap darurat kami tetapkan mulai hari ini sampai 14 hari ke depan. bencana alam yang terjadi di Kabupaten Padang Pa­ria­man terdapat di 26 titik. Daerah yang terdampak juga tergolong cukup pa­rah. Bahkan kami juga mem­­buka dua titik dapur umum,” ungkap Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur, Kamis (30/9).

Selain memakan kor­ban, kata dia, bencana alam juga mengakibatkan rusaknya sejumlah in­fras­truktur, salah satunya ja­lan. Maka itu, Pemerintah Ka­bupaten Padangpa­ria­man akan fokus dalam pe­nanganan bencana.

“Selama tanggap daru­rat kami akan fokus per­tama bagaimana me­na­ngani masyarakat yang ter­dampak bencana. Ke­mu­dian kita upayakan per­baikan akses jalan yang ru­sak,” pungkasnya. (ozi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top