Menu

7 Ekor Anjing Warga Mati Diserang Inyiak Balang

  Dibaca : 107 kali
7 Ekor Anjing Warga Mati Diserang Inyiak Balang
CEK LOKASI— Tim BKSDA Resort Agam melakukan pengecekan lokasi matinya tujuh ekor anjing warga yang diduga diserang Harimau di Kecamatan Palembayan.

AGAM,METRO
Warga Nagari Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam dibuat ketakutan dan resah dengan adanya teror hewan buas Harimau. Pasalnya, sejak satu bulan belakangan, sudah tujuh ekor anjing peliharaan warga mati akibat diserang Harimau yang biasa disebut dengan “Inyiak Balang”.

Kepala BKSDA Resor Agam, Ade Putra mengatakan, pihaknya memang telah menerima laporan dari warga bernama Amir Hamzah (60). Setelah itu, pihaknya langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan identifikasi.

“Kebetulan pada Senin (26/04), bersamaan kita sedang menangani konflik antara manusia dan satwa harimau di jorong Cubadak Lilin, Nagari Tigo Balai, Kecamatan Matur yang telah menimbulkan korban ternak sebanyak enam ekor dengan rincian dua ekor mati dan empat terluka,” kata Ade, Selasa (27/4).

Dijelaskan Ade, tim BKSDA yang terjun ke lokasi didampingi sejumlah perangkat nagari setempat berusaha menggali informasi dari warga sekitar serta mengecek lokasi di Nagari Tigo Koto Silungkang.

“Dari Hasil pengumpulan data, diketahui sebanyak tujuh ekor anjing milik warga setempat mati karena dimangsa satwa liar yang diduga jenis Harimau Sumatera,” jelasnya.

Ade mngungkapkan, dari hasil keterangan pemilik Anjing, Novi (40 ) mengakui dua ekor anjing miliknya dimangsa bergiliran pada malam berbeda. Anjing tersebut diterkam dan diseret dari pondoknya ke arah pinggir ladang. Kemudian disekitarnya ditemukan banyak jejak menyerupai tapak kaki harimau.

“Tidak itu saja ada juga beberapa warga setempat ada yang pernah dan melihat langsung satwa langka dan dilindungi tersebut. Dengan adanya kejadian ini, tentu kita akan mengambil langkah-langkah dengan pemantauan dan evakuasi terhadap Harimau,” ujarnya.

Sebelumnya sejak awal Maret sampai pertengahan April ini, sebanyak enam ekor ternak kerbau warga jorong cubadak lilin dan jorong sari bulan nagari tigo balai kecamatan Matur ditemukan dalam kondisi mati sebanyak dua ekor dan terluka sebanyak empat ekor.

Untuk sementara BKSDA Resor Agam belum dapat menyimpulkan, apakah Harimau yang menyerang ternak anjing tersebut merupakan individu yang sama dengan harimau yang menerkam ternak kerbau warga di Matur beberapa hari lalu.

“Kita masih melakukan Identifikasi lapangan untuk mencari dan mengumpulkan data-data tanda keberadaan satwa berupa jejak, cakaran dan kotoran akan dilakukan untuk memastikan jenis dan individu satwa,” katanya.

Pada tahap awal Tim BKSDA, Ade mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengusiran sejak bulan maret lalu, akhirnya memutuskan melakukan evakuasi satwa dengan memasang perangkap sebanyak dua unit.

“Kami menghimbau warga agar tetap hati-hati dan waspada ketika beraktivitas di ladang dan di pinggir kawasan hutan. Selain itu warga juga telah diminta untuk mengamankan ternaknya dengan cara mengkandangkannya,” pungkas Ade. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional