Menu

7.800 Warga Padang Terserang ISPA

  Dibaca : 1170 kali
7.800 Warga Padang Terserang ISPA
Penyerahan bantuan APD dari Audy Joinaldy kepada PMI Kota Padang, Kamis (13/8).
siswa belajar menggunakan masker - web

Pekatnya asap dan sudah membahayakan membuat murid SD Semen Padang memakai masker, sebagai antisipasi terkena ISPA akhir pekan lalu.

AIEPACAH, METRO-Kadar udara Kota Padang yang masih pada level tidak sehat, Sekretaris Daerah Kota Padang Nasir Ahmad meminta seluruh warga, terutama untuk anak-anak memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan. Berdasarkan pengukuran yang dilakukan Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedalda) Padang, pencemaran udara Kota Padang di level tidak sehat.

”Di daerah lain, udara telah mencapai level berbahaya sehingga sejumlah daerah anak-anak sekolahnya sudah diliburkan. Sedangkan di Kota Padang, kondisi udara masih belum mencapai level bahaya. Hal ini dikarenakan masih turunnya hujan sehingga kabut asap terus menipis,” sebut Nasir Ahmad, Minggu (4/10).

Pemko Padang melakukan langkah konkret untuk mengantisipasi semakin meningkatnya jumlah penderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Warga juga diingatkan untuk tidak membakar sampah, mengurangi aktivitas di luar ruangan, dan menggunakan masker bila berada di luar ruangan.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Padang Habibul Fuadi menyebut, dengan capaian kadar udara tersebut belum memungkinkan untuk meliburkan sekolah. ”Kabut asap ini belum mengganggu proses belajar mengajar. Akan tetapi kami tetap imbau kepada sekolah-sekolah untuk tidak melakukan aktivitas di luar ruangan,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan (DKK) Padang Eka Lusthi, mengatakan sejak kabut asap melanda Padang, pada Agustus sudah terjadi lonjakan jumlah penderita ISPA. Menurut catatan DKK, pada Agustus jumlah penderita mencapai 6.500 orang. ”Pada September terjadi lonjakan sebanyak 1.700 orang sehingga di akhir September kemarin jumlah penderita ISPA mencapai 7.800 orang,” terangnya.

Eka mengimbau kepada seluruh warga untuk tetap menjaga kesehatan dengan menggunakan masker. Selain itu juga terus menjaga kondisi fisik dan ketahanan tubuh dengan mengkonsumsi buah-buahan dan sayur. “Yang terpenting terus minum air putih secukupnya,” sebutnya.

Di sisi lain Kalaksa BPBD-PK Kota Padang Dedi Henidal mengatakan bahwa pihaknya telah membagikan masker kepada masyarakat. Dedi berharap ahli kimia untuk segera menciptakan alat racun api yang bisa memadamkan titik api lokasi terbakarnya hutan. ”Ahli kimia agar menyatukan pemikiran menciptakan zat kimia yang dapat memadamkan api,” sebutnya.

Sementara itu, kadar partikel debu di Kota Padang, pada Minggu (4/10) belum diketahui. Pasalnya tim labor Bapedalda tidak beraktivitas.
”Orang libur, jadi belum bisa diuji sampelnya,” kepala Bapedalda Padang Edy Hasymi.

Namun dengan melihat jarak pandang, Edy memprediksi kadar partikel debu, Minggu (4/10) berkisar 168 sampai 169 Ug/M3, dengan status tidak sehat. Dengan kondisi itu Edi tetap mengimbau agar masyarakat tetap memakai masker ketika beraktivitas di luar ruangan. ”Jika tak penting sekali, tidak usah keluar ruangan,” ujar Edi. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

IKLAN

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional