Menu

692 Napi Bandar Narkoba Dipindahkan ke Lapas Nusakambangan

  Dibaca : 133 kali
692 Napi Bandar Narkoba Dipindahkan ke Lapas Nusakambangan
LAPAS— Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Super Maximum Security di Nusakambangan.

JAKARTA, METRO–Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAH (Kemenkumham) memindahkan 19 narapidana bandar narkoba ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Super Maximum Security di Nusakambangan, tepatnya Lapas Khusus Kelas IIA Karanganyar. Hal ini merupakan komitmen Ditjen PAS untuk perang melawan peredaran narkoba.

Adapun 19 narapidana yang dipindahkan mereka berinisial MK, FT, AA, D, MA, MS, AAr, MAD, IS, SH, DP, FY, FA, MAA, M, AHH, RM, DS, dan HG. Mereka berasal dari beberapa lapas dan rumah tahanan negara (rutan) Lampung dan Lapas Palembang. Total sudah 692 narapidana kategori bandar dan pengendali dipindahkan ke Lapas Super Maximum Security Nusakambangan, sejak 2020 lalu.

Kepala Divisi Pemas­ya­rakatan (Kadivpas) Kanwil Kemenkumham Lampung, Farid Junaedi mengatakan, proses pemindahan narapidana dilakukan pada Rabu (4/8), sekitar pukul 21.00 WIB oleh Divisi Pema­sya­rakatan Kantor Wilayah Ke­menterian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) Lampung dan UPT Pemasyarakatan jajaran Kanwil Kemenkumham Lam­pung. Pemindahan dilakukan sesuai dengan standar protokol pencegahan dan penanganan Coronavirus Disease (Covid-19) dengan pengawalan ketat dari kepolisian dan petugas Lapas.

Pemindahan narapidana kategori bandar dan pengendali ini, kata Farid, dilakukan untuk mencegah dan memutus mata rantai peredaran narkoba di lapas atau rutan. “Kami tidak main-main akan memindahkan dan mengirim bandar ke Lapas Super Maximum Security Nusakambangan. Begitu juga dengan petugas yang mencoba-coba bermain narkoba. Kami akan tindak sesuai hukum yang berlaku,” kata Farid dalam keterangannya, Kamis (5/8).

Dia menuturkan, pihak­nya juga telah berkoordinasi dengan Kadivpas yang bertujuan untuk menginformasikan kepada keluarga narapidana dan Hakim Wasmat terkait pemindahan tersebut.

“Pemindahan narapidana bandar narkoba ini, dilakukan sesuai dengan semangat tiga kunci Pemasyarakatan Maju, yaitu deteksi dini gangguan ke­amanan dan ketertiban, pemberantasan peredaran narkoba di dalam Lapas dan Rutan, dan sinergi dengan aparat penegak hukum lainnya,” ucap Farid.

Dalam berbagai ke­sem­patan, Dirjen PAS Ke­m­enkumham Reynhard Silitonga telah menegaskan, komitmen Pemasya­ra­katan untuk perang melawan narkoba mulai dari pimpinan tertinggi hingga pelaksana lapangan. “Kalau petugas maupun warga binaan yang terbukti terlibat akan diganjar hukuman sesuai dengan tindakannya, baik sanksi secara kedinasan, peraturan tindakan disiplin, maupun sanksi pidana,” pungkas Reynhard.(jpg)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional