Menu

640 Jiwa Mengungsi, 140 Unit Rumah Terendam. Akses Jalan 2 Jorong Putus Total

  Dibaca : 142 kali
640 Jiwa Mengungsi, 140 Unit Rumah Terendam. Akses Jalan 2 Jorong Putus Total
PEMBERSIHAN— Setelah disapu banjir bandang, kemarin warga mulai membersihkan rumah mereka dari material lumpur. (tengah) Sementara itu, jembatan darurat dibangun warga di Jorong Rura Patontang, Kecamatan Koto Balingka, setelah jembatan putus akibat banjir. Sampai kemarin, akses jalan antara Jorong Pengambiran ke Jorong Rura Patontang putus total.

PASBAR, METRO – Banjir bandang yang menyapu belasan rumah warga di Jorong Kampung Baru, Nagari Batahan, Kecamatan Rabat, Kabupaten Pasaman Barat, masih menyisakan duka bagi ratusan jiwa. Kemarin, meski warga sudah mulai membersihkan rumah mereka, namun ada sekitar 640 jiwa mengungsi karena tempat tinggal mereka rusak dan tak bisa ditempati.

Kemarin, warga bersama anggota TNI bergotong-royong melakukan pembersihan material lumpur dari rumah warga. “Sejumlah anggota Babinsa sudah turun membantu masyarakat melakukan pembersihan rumah yang dimasuki lumpur,” ungkap Kapenrem 032/WBR Hasran Harap.

Data sementara, jumlah masyarkat yang sempat mengungsi sebanyak 640 jiwa dengan jumlah 160 KK. Jumlah rumah yang rusak berat 17 unit, rumah hanyut 1 unit dan rumah yang terendam banjir sebanyak 140 unit. Akibat banjir tersebut juga menyebabkan jalur lalu lintas Silaping – Kampung Gambir sempat terputus.

Sementara, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupatan Pasbar Try Wahluyo mengatakan, selain merusak puluhan rumah di Kampung Baru, Kecamatan Ranah Batahan, banjir juga terjadi di Jorong Rura Patontang, Kecamatan Koto Balingka, akibatnya akses jalan antara dua jorong tersebut putus total.

“Selain Kampung Baru, banjir juga melanda Jorong Rura Patontang. Akibatnya, akses jalan antara Jorong Pengambiran ke Jorong Rura Patontang putus total,” kata Try Wahluyo, Selasa (10/10).

Tri Wahluyo mengatakan dari data yang dihimpun Camat Koto Balingka, jembatan sepanjang 12 meter putus total akibatnya 97 kepala keluarga dengan jumlah penduduk 353 jiwa terisolasi. Tidak ada korban jiwa, hanya saja akses jalan tidak bisa dilaluli.

“Tim gabungan dan masyarakat setempat telah melakukan goro bersama untuk memperbaiki jembatan alternatif. Sedangkan untuk akses komunikasi tidak berfungsi dengan baik, karena Jorong Rura Patontang merupakan wilayah terisolir di Pasbar,” sebutnya.

Data terbaru BPBD di dua kecamatan, sebanyak 2 unit rumah atas nama Kahirani dan Rudi hanyut dibawa arus sungai dan sebanyak 20 unit rumah warga rusak berat. Selain rumah, banjir juga merusak 14 hektare tanaman jagung masyarakat dan seluas 0,5 hektare kolam siap panen dan 20 ton pakan ikan milik kelompok budidaya ikan setempat hanyut serta merusak satu sling jembatan gantung yang mehubungkan dua kampung.

Try Wahluyo mengatakan, penanganan sementara yang telah dilakukan oleh tim gabungan Pemkab Pasbar, PMI Pasbar TNI dan Polri sudah mendirikan satu unit tenda posko induk, dua unit tenda pengungsi dan dapur umum sedangkan untuk penaganan lokasi banjir Dinas PU Pasbar sudah menurunkan satu unit ekskavator, sebutnya.

Sedangkan, Kepala Pelaksana BPBD Sumbar Nasridal Patria, mengungkap ada sekitar 20 rumah rusak akibat sungai Batang Batahan meluap. Akibat banjir sebanyak 160 KK terpaksa diungsikan ke rumah tetangga dan kerabat terdekat. Selain itu, akses jalan nasional Km 81 dari SMP 4 menuju Medan tidak bisa dilewati dan ditutup.

“Tidak ada korban jiwa meninggal akibat banjir. Masyarakat mengungsi ke rumah warga yang tidak terlanda banjir. Dan saat ini sedang dilakukan proses evakuasi dan rekayasa lalu lintas sehingga proses evakuasi tidak terganggu,” ujar Nasridal.

Ditambahkannya, BPBD dan masyarakat telah melakukan pendirian posko dapur umum. Distribusi bantuan logistik, seperti obat-obatan dan makanan untuk disalurkan kepada masyarakat. Evakuasi warga, anak sekolah, balita dan lansia menggunakan perahu karet.

“Masyarakat terus diimbau jika banjir bertambah tinggi agar mengungsi ke tempat yang lebih aman. Posko kesehatan juga telah didirikan dan penangangan masih terus dilakukan,” ucapnya.

Sedangkan, untuk bencana longsor terjadi di Jorong Kampuang Tabu, Nagari Sipinang, Kecamatan Palembayan, Agam. Akibatnya, badan jalan provinsi amblas sepanjang 40 meter, namun masih bisa dilewati dengan sistem buka tutup. (end)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional