Menu

6 Sapi Dikurbankan di Masjid Agung Nurul Iman Padang

  Dibaca : 106 kali
6 Sapi Dikurbankan di Masjid Agung Nurul Iman Padang
Masjid Agung Nurul Iman Padang.

IMAM BONJOL, METRO—Tahun ini, Masjid Agung Nurul Iman Padang kembali mengadakan penyembelihan hewan kurban di lapangan masjid. Diperkirakan, pengurus dan jamaah akan menyembelih 6 ekor sapi dan 1 ekor kambing. Wali Kota Padang dijadwalkan menyembelih Rabu (22/8), sekitar pukul 10.00 WIB.

Ketua Harian Pengurus Masjid Agung Nurul Iman, Mulyadi Muslim menyebutkan, tahun ini adalah kedua kalinya masjid mengadakan penyembelihan hewan kurban. Setelah 10 tahun lamanya, tidak ada kegiatan ini. Menurutnya, kurban kali ini meningkat dari tahun lalu yang hanya 4 ekor sapi saja.

“Alhamdulillah, minat jamaah untuk berkurban di Masjid Agung semakin tinggi. Kami juga menggunakan metode modern untuk menyembelih sapi, dengan metode kotak. Sehingga tidak perlu lagi mengikat sapi dengan tali. Hal ini adalah upaya untuk memuliakan hewan kurban,” kata Mulyadi dari tenda Mina saat melaksanakan ibadah haji, kemarin.

Menurut Mulyadi, sekitar 500 paket daging kurban itu akan dibagikan kepada masyarakat di sekitar Masjid Agung Nurul Iman, yaitu di Kecamatan Padang Barat, Padang Selatan dan Padang Timur. “Untuk membagikannya, panitia rencana juga tidak menggunakan plastik hitam,” katanya.

Mulyadi menjelaskan, adanya perbedaan Shalat Idul Adha antara Indonesia dan Arab Saudi disebabkan perbedaan waktu sekitar empat jam. Indonesia lebih dulu. sementara metode yang dipakai oleh dua negara adalah metode rukyatul hilal. Di saat ijtimak matahari dan bulan di Indonesia belum nampak hilal, atau jika memakai  metode hisab tetapi bulan juga blum bisa dilihat karena masih di bawah dua darjat .

“Sebaliknya di Saudi Arabia, karena lambat empat jam, maka bulan bisa terlihat karena sudah di atas  dua darajat. Ulama Saudi Arabia memfatwakan untuk orang luar Saudi shalat Idul Adha mengikuti pemerintah, namun untuk puasa lebih afdol dilaksanakan pada tanggal 8 dan 9 zulhijah,” katanya.

Sehingga, katanya, dapat menjalankan sunah secara bersamaan. ‘Yaitu puasa hari Arafah dan menaati imam atau pemerintah,” kata Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padang ini. (*)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional