Menu

6 Pramugara Trans Padang Diberhentikan

  Dibaca : 2638 kali
6 Pramugara Trans Padang Diberhentikan
Syafrial Kani, Ketua DPRD Kota Padang
Trans Padang - web

Trans Padang melintas di Jalan Adinegoro, Padang.

AIA PACAH, METRO–Pelayanan Trans Padang sepertinya masih jauh dari yang diharapkan. Pasalnya, sampai saat ini, masih cukup banyak praktik-praktik yang merugikan penumpang dan pemerintah kota  yang dilakukan pramugara. Pada kenyataanya, pramugara masih sering ditemukan memungut ongkos lebih dan diluar

Informasi yang didapat POSMETRO, praktik ‘main salek’ ini sepertinya sudah menjadi kebiasaan bagi pramugara bus. Contohnya, jika penumpang umum membayar pakai uang Rp4.000, bila tak ada uang kecil, kembalian uang Rp500 lagi takkan dikembalikan. Meskipun sedikit, tapi apabila lebih dari 20 penumpang, pramugara itu sudah mengantongi uang Rp10.000.

”Setiap hari saya naik Trans Padang. Ongkos untuk penumpang umum itu sebenarnya Rp3.500. Tapi, kalau kita kasih uang Rp4.000, mereka tak ada kembalian. Kalau bayar dengan uang Rp5.000, mereka biasanya kembalikan Rp1.000 saja,” terang Sri (40), salah seorang penumpang kepada koran ini.

Di sisi lain, Sri mengaku sering melihat aksi ‘main salek’ yang dilakukan antara pramugara dengan penumpang. Uang diselipkan ke tangan pramugara dan pramugara tidak memberikan karcis. ”Sebagian penumpang terkadang tak diberi karcis oleh pramugaranya. Duit diminta pas keluar. Sudah sama seperti naik bus,” sebut Sri lagi.

Penumpang Trans Padang lainnya, Dani (30) mengatakan, kenyamanan naik Trans Padang memang masih jauh dari yang diinginkan. Dia berharap, ada evaluasi dan pelatihan terhadap sopir dan pramugara, agar pada saat membawa bus sopir lebih tenang dan tidak seperti orang kejar setoran.
”Kadang-kadang lajunya kencang kayak buskota. Sementara, penumpang banyak yang berdiri,” katanya.

Kepala Dinas Perhubungan dan Kominfo Padang, Rudy Rinaldy mengakui sampai saat ini pelayanan di Trans Padang memang belum sepenuhnya optimal. Tapi, pihaknya tetap berupaya melakukan evaluasi dan pembinaan terhadap para sopir dan pramugara. ”Pembinaan kita lakukan. Bagi yang tak bisa kita bina, kita pecat mereka,” kata Rudy.

Dijelaskannya, saat ini ada sekitar enam orang sopir dan pramugara yang dipecat karena kedapatan mengambil uang penumpang tanpa karcis. ”Kita memang bertegas-tegas pada mereka. Bagi yang buat kesalahan dan tak bisa ditolerir lagi, langsung kita berhentikan,” katanya. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional