Close

6 Hari usai Tewas Gantung Diri, Jenazah Pemuda asal Jakarta Tak Dijemput Keluarga

SEBAR INFORMASI— Polres Bukittinggi menyebar informasi pemuda asal Jakarta yang ditemukan tewas dalam kamar kos lantaran keluarganya tidak ditemukan.

BUKITTINGGI, METRO–Pemuda asal Jakarta bernama Wahyu Anggara (21) yang tewas gantung diri di dalam kamar kos di Simpang Mandiangin, Kelurahan Campago Ipuah, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, Kota Bukittinggi, Jumat (22/7) lalu, hingga kini belum dijemput oleh keluarganya.

Bahkan, pihak Kepolisian pun kesulitan untuk mencari keberadaan keluarga korban. Sehingga, Polres Bukittinggi menyebarkan informasi itu melalui media sosial dengan mengumumkan dan menghimbau masyarakat yang me­ra­sa kehilangan keluarga untuk menghubungi Polres ataupun Polsek Bukittinggi.

Kapolsek Bukittinggi Kompol Rita Suryanti mengatakan, pihaknya sudah berupaya maksimal mencari keluarga sesuai dengan prosedur Kepolisian. Hanya saja, upaya itu belum membuahkan hasil dan keluarganya belum juga ditemukan.

“Telah upayakan dengan maksimal terkait pencarian indentitas keluarga dari Wahyu Anggara, namun belum ditemukan. Saat dilakukan identifikasi di lokasi kejadian, kami tidak menemukan kartu identitas korban atau KTP,” kata Kompol Rita, Kamis (28/7).

Dijelaskan Kompol Rita, nama Wahyu Anggara sen­diri diketahui dari pemeriksaan saksi yang merupakan pacar dari korban yang merupakan mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di Bukittinggi.

“Korban Wahyu Anggara memiliki perawakan kurus dengan tinggi badan 160 Cm, kulit Sawo Matang, rambut ikal dan perkiraan daerah asal Jakarta Barat. Jika ada yang mengetahui korban, segera berikan informasi kepada kami,” ujarnya.

Menurut Kompol Rita, jika memang sampai ku­rang lebih satu minggu ke depan belum juga ada titik terang, jenazah Wahyu Anggara akan dimakamkan oleh Dinas Sosial.

“Kita akan koordinasi dengan pihak RSAM Bukittinggi dan Dinsos untuk proses pemakaman jena­zah Wahyu Anggara,” pung­kas Kompol Rita.

Seorang pemuda yang datang jauh-jauh dari Ja­karta ditemukan tewas di dalam kamar kos di Simpang Mandiangin, Kelurahan Campago Ipuah, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, Kota Bukittinggi, Jumat (22/7) sekitar pukul 08.30 WIB. Diduga, pemuda itu mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Korban bernama Wah­yu Anggara (22) yang diketahui merupakan warga Kalideres, Jakarta Barat, DKI Jakarta ini, ditemukan pertama kali oleh kekasihnya erinisial VN (20), seorang mahasiswi di Kota Bukittinggi yang berasal dari Sungai Rumbai, Kabupaten Dharmasraya.

Menemukan korban da­lam kondisi seperti itu, SN pun dibuat histeris dan warga setempat langsung berdatangan ke lokasi. Tak lama berselang, Polisi yang mendapat laporan adanya penemuan mayat, mendatangi lokasi untuk melakukan identifikasi dan eva­kuasi jenazah korban ke rumah sakit.

Namun, di dalam kamar kos yang dihuni korban, ternyata ditemukan selembar kertas karton yang bertuliskan wasiat dari korban sebelum mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Korban meminta maaf telah merepotkan semua pihak dan memohon untuk dimakamkan di tempat yang layak.

“Tolong makamkan sa­ya di tempat yang layak, tidak perlu susah-susah mencari keluarga saya, karena saya tidak mau ibu saya tahu ini, sekali lagi saya minta maaf,” demikian tulisan dalam kertas tersebut. (pry)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top