Close

55 Orang Terjaring Pelanggaran Perda No.6/2020 di sekitar Bundaran Simpang Empat, Kabupaten Pasa­man Barat

PAKAIKAN—Terlihat Kasat Shabara polres Pasbar AKP Yulandi, sedang memakaikan masker gratis, bagi para pelangar prokes kesehatan saat razia kemarin.

PASBAR,METRO–Sebanyak 55 orang peng­guna jalan terjaring razia operasi yustisi di sekitar Bundaran Simpang Empat, Kabupaten Pasa­man Barat (Pasbar) kemarin. Razia yustisi itu dilakukan oleh 15 personil gabungan dari Satuan Intel, Satuan Sa­bhara dan Satuan Lalu-Lintas Polres Pasbar.

”Operasi ini dilakukan rangka penegakan Pera­turan Daerah Provinsi Sum­bar No 6 tahun 2020 dalam penerapan protokol kesehatan guna memutus rantai penyebaran COVID-19,” kata Kapolres Pasbar AKBP Sugeng Hariyandi melalui Kasat Sabara AKP Yulandi kemarin.

Ia mengatakan, ope­rasi itu dilakukan terhadap kegiatan masyarakat peng­guna jalan dan masyarakat yang aktivitas ke pasar dan tempat pariwisata.

Menurutnya, operasi yustisi yang digelar me­nya­sar warga masyarakat yang belum juga patuh akan prokes khususnya memakai masker di ka­wasan bundaran Simpang Empat yang bertepatan dengan hari pasar di lokasi setempat. ”Dari pelak­sa­naan kegiatan itu terjaring 55 pelanggar prokes tidak menggunakan masker,” katanya Terhadap warga yang terjaring itu di­ke­nakan sangsi sosial sesuai Perda No. 6 tahun 20­20.”ung­kap Yulandi.

Ia mengimbau kepada masyarakat agar tetap mematuhi protokol kese­hatan untuk menekan pe­nyebaran COVID-19.

Selain melakukan ra­zia, tim juga membagikan mas­­ker kepada ma­syarakat dan pengguna jalan dalam rangka penerapan pro­tokol kesehatan.

Apalagi pada Jumat (4/6) jajaran Polda Sumbar menggelar rapat Anev CO­­VID-19 yang dipimpin langsung oleh Kapolda Irjen Pol Toni Harmanto.

Kapolda, menyam­pai­kan bahwa saat ini penye­bab terjadinya pening­ka­tan kasus positif COVID-19 di Sumbar diantaranya adalah masih kurangnya kesadaran masyarakat da­lam mengantisipasi penye­baran wabah. ”Potensi ke­ru­munan yang masih ter­jadi di area publik, ke­tidak­patuhan masyarakat kepa­da protokol kesehatan, dan masih ada ketidak­per­ca­yaan masyarakat menjadi penyebab utama,” terang­nya. Berdasarkan arahan pimpinan itulah razia opa­rasi yutisi terus akan dila­kukan di berbagai wilayah di Pasbar. (end)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top