Close

533 Peserta Sekolah Keluarga III 2021 Diwisuda di Kota Bukittinggi

Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar.

BUKITTINGGI, METRO–Pemko Bukittinggi, gelar wisuda peserta sekolah keluarga angkatan ke III tahun 2021. Wisuda yang dihadiri langsung Wali Kota Bukittinggi itu dilaksanakan di auditorium Pustaka Bung Hatta, Selasa (23/11).

Kadis P3APPKB Bukittinggi, Tati Yasmarni menjelaskan, sekolah Keluarga telah berjalan pada tahun ketiga. Pada tahun ketiga ini, dilaksanakan 16 kali pertemuan, 4 kali merupakan kuliah umum dan 12 kali merupakan pertemuan tatap muka bertahap.

“Tahun 2020 lalu sekolah keluarga memang ditiadakan karena pandemi covid-19. Sehingga peserta yang mengikuti sekolah keluarga tahun 2021, merupakan peserta tahun 2020 yang direkrut dari pilihan pemerintah kelurahan,” jelas Tati.

Peserta sekolah keluarga angkatan III tahun 2021 ini, berjumlah 720 orang. Dimana se­tiap kelurahan diberi kesempatan untuk mengurus rata rata 20-30 peserta. Dari pelaksana­annya, hanya 533 yang diwisuda hari ini, yang memenuhi sya­rat. Wisudawan di Kecamatan MKS berjumlah 186 orang dari 9 kelurahan, wisudawan Kecamatan Guguak Panjang berjumlah 161 orang dari 7 kelurahan dan wisudawan kecamatan ABTB berjumlah 186 orang dari 8 kelurahan.

“Dari tujuh misi Hebat Wa­ko, kegiatan sekolah keluarga ini, masuk dalam Hebat di bidang kesejahteraan masya­rakat. Dimana, output dari sekolah keluarga, bagaimana tercipta ketahanan keluarga,” ujar Tati.

Ketua TP PKK Bukittinggi, Ny Fiona Erman Safar mengatakan, sekolah keluarga ini, bertujuan untuk meningkatkan indeks pembangunan keluarga, yang diukur dari tiga dimensi, ketentraman dengan empat indikator, kemandirian dengan 5 indikator dan kebahagiaan dengan 2 indikator.

“Target kita, seluruh keluarga dapat mengikuti sekolah keluarga, karena materi yang diberikan sangat dibutuhkan untuk membangun keluarga yang berkualitas,” ungkap Ny Fiona.

Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar menyampaikan, sekolah keluarga, diharapkan dapat membangun keluarga kecil bahagia, sejahtera, berkualitas dan mandiri. Hal itu dapat diwujudkan dengan 8 fungsi keluarga yang juga telah dipelajari selama melaksanakan sekolah keluarga.

“Delapan fungsi keluarga itu, fungsi agama, fungsi sosial budaya, fungsi cinta kasih sayang, fungsi perlindungan, fungsi reproduksi, fungsi sosial pendidikan, fungsi ekonomi dan fungsi pelestarian lingkungan,” jelas Erman.

Wako menegaskan, sekolah keluarga ini, program yang sa­ngat efektif untuk menciptakan ketahanan keluarga. “Harapan kami, setelah mengikuti sekolah keluarga ini, kebiasaan warga dalam keluarga dapat berubah ke arah yang lebih baik. Semakin romantis, semakin harmonis dan ketahanan serta kualitas keluarga itu dapat tercipta,” ujar Erman.

Wisuda sekolah keluarga, juga dihadiri unsur Forkopimda, Ketua LKAAM, Kepala SKPD, Camat, Lurah dan undangan lainnya. “Delapan fungsi keluarga itu, fungsi agama, fungsi sosial budaya, fungsi cinta kasih sayang, fungsi perlindungan, fungsi reproduksi, fungsi sosial pendidikan, fungsi ekonomi dan fungsi pelestarian lingkungan,” jelas Erman.

Wako menegaskan, sekolah keluarga ini, program yang sa­ngat efektif untuk menciptakan ketahanan keluarga. “Harapan kami, setelah mengikuti sekolah keluarga ini, kebiasaan warga dalam keluarga dapat berubah ke arah yang lebih baik. Semakin romantis, semakin harmonis dan ketahanan serta kualitas keluarga itu dapat tercipta,” kata Erman.

Wisuda sekolah keluarga, juga dihadiri unsur Forkopimda, Ketua LKAAM, Kepala SK­PD, Camat, Lurah dan unda­ngan lainnya. Dalam wisuda itu, juga dinobatkan 24 lulusan terbaik dari angkatan III Se­kolah Keluarga Kota Bukittinggi. (pry)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top