Menu

52 Pedagang Dipindahkan ke Lapau Panjang

  Dibaca : 1232 kali
52 Pedagang Dipindahkan ke Lapau Panjang
Ketua DPC PPP Kota Solok Herdiyulis, perwakilan Audy Joinaldy yang menyerahkan bantuan APD untuk Tagana Kota Solok.
lapau panjang cimpago

Lapau Panjang Cimpago (LPC) di kawasan Purus, Padang Barat, Padang.

PADANG, METRO–Setelah dilakukan serah terima bangunan LPC bersama PT Semen Padang pada Jumat (18/9) lalu, Dinas Pariwisata Kota Padang merencanakan akan memindahkan 52 pedagang ke tempat yang telah selesai dibangun.

“Kita merencanakan akan memindahkan 52 atau 53 pedagang ke tempat yang telah selesai dibangun pada 30 September ini dan beberapa pedagang yang lain akan dipindahkan pada gelombang kedua yang direncanakan pada Januari mendatang,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Padang Dian Fakri, Selasa (22/9).

Meskipun Dinas Pariwisata Kota Padang telah merencanakan hal tersebut, pedagang yang berada di pesisir pantai Padang mengaku belum mengetahui kapan akan dipindahkan. “Saya belum mengetahui kapan akan dipindahkan, sementara gedung itu saja masih ada yang belum selesai bagaimana mau pindah,” ujar salah satu pedagang, Wike.

Sementara, menurut pantauan POSMETRO, dari sembilan bangunan, hanya empat gedung yang telah layak pakai dan telah selesai secara keseluruhan. Lima bangunan lainnya masih belum selesai dibangun dan masih dengan volume pembangunan yang masih banyak.

Diperkirakan pembangunan dari lima bangunan yang masih belum selesai tersebut, dua diantaranya masih dalam volume 80 persen. Sementara pada tiga bangunan lainnya masih butuh finishing sehingga bangunan tersebut layak pakai seperti empat bangunan lainnya.

Dua bangunan yang masih 80 persen tersebut adalah bangunan pada Blok 5 dan Blok 7. Menurut Kepala Disbudpar Padang, dua bangunan tersebut belum selesai dibangun karena dana yang diberikan donatur tidak mencukupi dan akan diselesaikan dengan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P).

”Bangunan tersebut diselesaikan dengan APBD-P dan direncanakan dipindahkan pada Januari,” sambungnya.

Sementara para pedagang wanti-wanti jika adanya pedagang yang datang bukan merupakan pedagang yang berada di pesisir Pantai Padang. ”Kalau ada yang bukan pedagang sini yang berada di sana, kami berontak dan kami tidak menerima, karena tempat itu kan diperuntukkan untuk kami,” ujar pedagang, Wita.

Jika bangunan tersebut dijadikan ladang bisnis, masyarakat akan langsung memberontak dan tidak menerima begitu saja. Pedagang berharap agar pemerintah lebih profesional dengan pembangunan yang diperuntukkan untuk masyarakat. (cr10)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional