Close

518 Pengikut Cabut Baiat dan Sumpah Setia kepada NKRI, Berasal dari 7 Daerah di Sumbar, Kapolda: Mereka akan Tetap Kami Pantau

SUMPAH SETIA— Sebanyak 518 pengikut NII melaksanakan cabut baiat masal dan bersumpah setia kepada NKRI di Gedung Nasional Maharajo Dirajo Kabupaten Tanahdatar, Jumat (29/4). Kapolda Sumbar, Irjen Pol Teddy Minahasa Putra dan Gubernur Sumbar diwawancarai wartawan usai acara cabut baiat.

TANAHDATAR, METRO--Setelah 391 orang di Dharmasraya, kini giliran 518 orang yang sebelumnya menjadi pengikut jaringan teroris Negara Islam Indonesia (NII) melaksanakan cabut baiat masal dan bersumpah setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pelaksanaan cabut baiat massal ini dilaksanakan di Gedung Nasional Maharajo Dirajo Kabupaten Tanahdatar, Jumat (29/4). Ratusan yang kini menjadi mantan NII ini berasal dari tujuh daerah di Sumbar, di antaranya Kabupaten Tanah Datar, Solok, Solok Selatan, Agam, Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh.

“Alhamdulillah kalau kemarin di Dharmasraya kita melaksanakan kegiatan cabut baiat terhadap 391 orang, hari ini 518 orang,” kata Kapolda Sumbar, Irjen Pol Teddy Minahasa Putra, Jumat (29).

Menurut Irjen Pol Teddy, para pengikut NII yang melaksanakan cabut baiat ini masih merupakan tahap pemula. Mereka sangat berbeda dengan 16 anggota NII yang ditangkap sebelumnya.

“Konstelasi ini menggambarkan bahwa para anggota NII yang melaksanakan cabut baiat hari ini maupun kemarin masih pada tahap pemula. Beda halnya dengan 16 orang yang kami tangkap tanggal 25 Maret 2022,” ujarnya.

Irjen Pol Teddy mengungkapkan, untuk 16 orang yang ditangkap sebelumnya merupakan tokoh yang menyebarkan paham-paham NII. Mereka telah melewati empat tahapan sejak direkrut.

“Pertama tahap baiat atau syahadat, kemudian tahap kedua syahadat berjamaah, ketiga baiat kenegaraan atau NII, terakhir baiat perjuangan dan seterusnya dengan mempersiapkan diri melakukan kekerasan dan sebagainya,” tuturnya.

Irjen Pol Teddy menegaskan, untuk ratusan mantan NII yang telah cabut baiat akan tetap diawasi dan dipantau. Unsur Forkopimda Sumbar tidak akan membiarkan paham radikalisme berkembang di Ranah Minang lantaran merupakan tanggung jawab semua pihak.

“Dinamika mereka tetap akan kami pantau bersama yakni Danrem, Forkopimda, dan BIN. Kita tidak akan membiarkan mereka membesar, kita tetap monitoring, melekat sehari-hari. Kami semuanya akan menjadi garda terdepan dan benteng terakhir untuk mendangkal segala bentuk paham radikalisme, apalagi yang berkembang di Sumbar. Ini tanggung jawab kami semua,” pungkas Irjen Pol Teddy.

Sementara itu, Bupati TanahdatarEka Putra utarakan perasaan sedihnya, mengingat sejumlah warganya terpapar jaringan NII. “Saya merasa sangat sedih, warga saya berada dalam lingkaran NII,” katanya.

Ia mengajak warganya yang sudah terpapar NII agar kembali ke NKRI. ”kembali lah ke NKRI,” ajaknya.

Dikatakan, Tanahdatar mendukung sepenuhnya kerukunan antar umat beragama. “Sebagai bangsa Indonesia, sudah sepatutnya kita bersatu padu dan berperan aktif dalam pembangunan. Kita wajib tunduk dan patuh terhadap negara kesatuan republik Indonesia,” pungkas Eka Putra. (rgr/ant)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top