Menu

500 Tenaga Pendidik Pensiun Tahun ini, Padang Kekurangan 2 Ribu Guru

  Dibaca : 163 kali
500 Tenaga Pendidik Pensiun Tahun ini, Padang Kekurangan 2 Ribu Guru
Habibul Fuadi, Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang

AZIZ CHAN, METRO
Sebanyak 500 guru di Kota Padang memasuki masa pensiun tahun ini. Guru yang pensiun tersebut kebanyakan berasal dari tingkat Sekolah Dasar (SD). Sementara untuk guru SMP, hanya puluhan orang saja yang pensiun.

“Guru yang pensiun itu terhitung sejak awal Januari 2020,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Habibul Fuadi, Rabu (21/10).

Ia menambahkan, dengan adanya penambahan jumlah guru yang pensiun tersebut, maka saat ini Disdik Kota Padang mengalami kekurangan tenaga pendidik sebanyak 2 ribu orang. Kekurangan tersebut berasal dari guru SD dan SMP.

“Kita dari Disdik telah menyampaikan persoalan ini kepada pimpinan daerah serta sudah mengajukan penambahan pegawai ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Padang. Namun persetujuan dari pusat belum ada untuk hal itu,” sebut Habibul yang pernah menjabat sebagaikepala BKPSDM Padang ini.

Untuk menutupi kekurangan guru tersebut terang Habibul, Disdik memberdayakan tenaga honorer yang sudah ada. Dengan begitu, proses pendidikan dan program yang telah disusun di Kota Padang, bisa berjalan dengan semestinya.

Ia mengungkapkan, saat sekarang jumlah guru ASN tingkat SD 1.131 orang, sedangkan guru honorer SD 2.217 orang. Sementara di tingkat SMP totalnya 474 orang kategori honorer dan guru ASN 1.097 orang.

“Jumlah guru keseluruhan baik itu tingkat SD dan SMP di Kota Padang mencapai 4.919 orang. Sedangkan guru honorernya 2.691 orang untuk tingkat SD dan SMP,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Padang, Azwar Siry meminta kepada pemko membuat langkah-langkah dalam menyelesaikan masalah kekurangan guru ini. Sehingga dengan begitu, program di bidang pendidikan tak terganggu. Kemudian juga, diharapkan prestasi pendidikan Kota Padang meningkat.

“Memberdayakan guru honorer sah-sah saja dilakukan. Namun apakah sesuai hak yang diterimanya. Ini perlu dipertimbangkan dan kajiannya,” ujar kader Demokrat ini.

Ia juga meminta pemko berkoordinasi dengan Pemprov Sumbar terkait kekurangan guru tersebut. Dengan begitu, Pemprov Sumbar bisa menyampaikan persoalan ini ke pusat dan kekurangan guru tak lagi terjadi. (ade)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional