Menu

50 Persen Perkara Narkoba Sidang  di PN Payakumbuh

  Dibaca : 79 kali
50 Persen Perkara Narkoba Sidang  di PN Payakumbuh
PAPARKAN—dr.Bahkrizal Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh saat memaparkan terkait narkoba dari sisi medis.

SUDIRMAN, METRO–Pengadilan Negeri (PN) Payakumbuh hampir 50 persen menyidangkan perkara terkait Narkoba. Ini menunjukkan bahwa Kota Payakumbuh sangat rentan terjadinya transaksi narkoba, peredaran gelap narkoba dan menjadi pasar empuk bagi para bandar. Mengi­ngat, letak Payakumbuh begitu strategis diperlintasan Sumbar-Riau.

“Hampir  50 persen per­kara di PN Payakumbuh a­da­lah perkara Narkoba,” begitu disampaikan Wakil Ketua PN Payakumbuh, Ahmad Zulfikar, ketika jadi pemateri dalam acara Workshop Peningkatan Kapasitas Insan Media untuk Men­dukung Kota Tanggap Ancaman Narkoba pada sektor kewilayahan yang digelar di salah satu aula hotel di kawasan Nan Ko­dok, Rabu (14/7).

Ahmad Zulfikar merinci, untuk tahun 2018 terdapat 63 perkara Narkoba, dan naik jadi 78 perkara di tahun 2019, namun turun di masa Pandemi Covid-19 menjadi 68 Kasus, sementara tahun 2021 ini dari Januari hingga saat ini terdapat 30 Perkara. “Sejak pendemi jumlah kasus Narkoba yang disidangkan memang turun,” sebutnya.

Dia mengaku cemas dan khawatir dengan banyak­nya kasus narkoba yang mendominasi masuk dipersidangan. Untuk itu dirinya berharap ada perhatian serius dari Pemerintah Kota Payakumbuh khusus untuk menyediakan tempat rehabilitasi. “Selama ini PN Payakumbuh belum pernah menjatuhkan Vonis rehabi­litas dalam perkara narkoba,” ucapnya.

Kepala BNN Kota Payakumbuh, AKBP Sarminal, saat membuka acara juga menyampaikan bahwa tingginya jumlah pemakai dan penyalahgunaan Narkoba di wilayah hukum Polres Payakumbuh. Bahkan saat ini Kota Payakumbuh masuk dalam Tiga besar tingginya kasus Penyalahgu­naan Narkoba dibawah Kota Padang.

Menurut AKBP. Sarminal Payakumbuh dijadikan da­erah sasaran para pengedar/bandar Narkoba yang berasal dari sejumlah Pro­vinsi, baik dari Aceh, Su­matera Utara maupun Riau. Untuk itu perlu Kesadaran Masyarakat Kota Payakumbuh untuk melaporkan Pe­nyalahgunaan, Peredaran Gelap Narkoba dan Melaporkan Anggota Keluarga mereka yang ingin di Rehabilitasi.

“Data dari Polda Sumbar, Payakumbuh berada diperingkat tiga besar da­lam kasus Penyalahgunaan Narkoba. Tingginya jumlah pemakai menjadikan dae­rah ini sasaran para pengedar dan bandar,” ucap Sar­minal.

Mantan Kabagops Polres Payakumbuh itu juga menambahkan, tingginya biaya atau upah yang dibe­rikan pada bandar untuk kurir dalam membawa Nar­koba, membuat banyak pihak tergoda untuk membawa/mengedarkan Narkoba di Wilayah hukum maupun di Kota Payakumbuh itu sendiri. “Upah yang menggiurkan menjadikan banyak yang mau membawa atau mengedarkan Narkoba,” ucapnya.

Untuk itu menurut mantan personil Dirnarkoba Polda Sumbar itu, perlu Kesadaran Masyarakat Kota Payakumbuh untuk melaporkan Penyalahgunaan, Peredaran Gelap Narkoba dan Melaporkan Anggota Keluarga mereka yang i­ngin di Rehabilitasi, sehingga upaya pencegahan bisa dilakukan sedari dini.

“Kita terus dorong ma­syarakat untuk melaporkan adanya Penyalahgunaan Narkoba, termasuk untuk melaporkan anggota keluarga mereka pecandu Nar­koba yang ingin di Rehabilitasi,” tambahnya.

Selama ini menurut AK­BP. Sarminal, keaktifan pihak keluarga korban pe­nyalahgunaan Narkoba untuk melaporkan anggota keluarga mereka yang ingin di rehab (Rehabilitasi.red) cukup tinggi dan aktif, termasuk dari lingkungan ma­syarakat.

“Kita dorong korban pe­nyalahgunaan Narkoba untuk melapor ke BNNK Payakumbuh, nantinya dari hasil assessment harus di rehab, akan dilanjutkan untuk direhab 2 hingga 3 bulan di Batam secara gratis. Kita apresiasi Kelurahan Nu­nang Daya Bangun, salah satu kelurahan Bersih Nar­koba (BERSINAR) yang ma­na Lurah dan Masyarakat aktif dalam membantu warganya yang melakukan Rehab secara mandiri,” jelasnya.

Sementara Kepala Kejaksaan Negeri Payakumbuh, Suwarsono. SH yang diwakili Hadi Putra. SH me­nyebutkan bahwa pihaknya sepakat untuk mengatakan tidak pada Narkoba dan mendorong upaya pembe­rantasan dan pencegahan Narkoba di Payakumbuh. Namun ia juga berharap dukungan dari masyarakat, terutama saat diminta ha­dir dalam persidangan kasus Narkoba. Sebab kendala selama ini adalah saksi penangkapan Narkoba ja­rang datang dengan sejumlah alasan/kendala.

“Selama ini kendala yang sering kita alami saat persidangan ada kehadiran saksi yang minim, untuk itu kita minta saat penangkapan saksi busa lebih dari dua orang,” jelas Hadi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, dr.­Bahkrizal, MKM menyampaikan terkait rehabilitasi bagi pencandu narkotika dari sisi medis, bahwa akibat narkoba merusak kesehatan dan bisa menyebkan kecanduan. Untuk itu diri­nya mengajak semua pihak untuk menjauhi narkoba. (uus)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional