Menu

50 Calon Advokat Ikuti PKPA

  Dibaca : 86 kali
50 Calon Advokat Ikuti PKPA
PENDIDIKAN— DPC Peradi Kota Padang mengadakan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) bagi calon advokat, gelombang III tahun 2020.

GEREJA, METRO
Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Suara Advokat Indonesia (DPC Peradi) Kota Padang bekerja sama dengan Fakultas Hukum Univeritas Taman Siswa melaksanakan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) bagi calon advokat, gelombang III tahun 2020.

Kegiatan PKPA itu diikuti oleh 50 orang peserta yang bakal dipersiapkan menjadi advokat handal yang dilaksanakan di Hotel Axana, Sabtu (10/10). Ketua DPC Peradi Suara Advokat Kota Padang Hanky Mustav Sabarta yang didampingi Sekretaris DPC Martry Gilang Rosadi mengatakan, pelatihan ini bertujuan memberikan pemahaman tentang penanganan hukum dan dapat melahirkan advokat yang andal yang berasal dari Sumbar, khususnya Kota Padang.

“Sebagai salah satu pilar pergerakan hukum dan HAM, seorang advokat dituntut untuk memiliki mental, integrasi, kecakapan, dan keterampilan yang memadai dalam mengajalankan tugasnya,” katanya.

Pria yang akrab disapa Hanky Mantondang itu menambahkan, PKPA ini juga untuk mewujudkan profesi advokat sebagai officium nobile serta meningkatkan kualitas dan profesionalisme advokat. Ia mengharapkan peserta dapat bersungguh-sungguh dan juga mengikuti aturan yang telah ditetapkan mencangkup disiplin dalam waktu maupun aktif dalam pembelajaran nanti.

“Materi yang disampaikan pemateri membuka cakrawala saudara tentang advokat, karena dunia hukum dinamis yang harus diikuti perkembangannya, di era teknologi dan informasi sekarang berkembang pesat. Jangan sampai kita tertinggal,” ungkap lawyer senior tersebut.

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Peradi Suara Advokat Indonesia, Hasanuddin Nasution yang secara langsung membuka PKPA gelombang III tahun 2020 mengatakan, para calon advokat lokal diminta untuk mempersiapkan dirinya untuk menjadi advokat berkompeten.

“Yang berkaitan dengan hukum lokal seperti di Sumbar ada hak ulayat. Saya harap teman-teman advokat di Padang ini paham dengan itu. Termasuk bagaimana dengan mengejawantahkan berkaitan dengan hukum adat setempat. Sehingga akan terhindar benturan maupun dan resistensi terhadap hukum adat di sini, sehingga dapat dipadukan dengan kepentingan hukum nasional,” terangnya.

Ia menambahkan, jangan sampai permasalahan di lokal sini diwakilkan juga dari advokat dari luar Sumbar. “Menyangkut pekara di lokal kita ahlinya. Itu baru oke, di sini teman-teman akan ditambah ilmunya melalui PKPA. Semoga harus lebih hebat menggantikan kami-kami yang sudah senior ini,” ungkap Sekjen DPN Peradi Hasanuddin Nasution yang juga tampil sebagai pemateri.

Sementara, Rektor Universitas Taman Siswa (Unitas) Sepris Yonaldi yang didampingi Dekan Fakultas Hukum Unitas Mardius mengatakan, harapannya semua lulus ujian PKPA dan bisa menjadi advokat handal yang dibutuhkan ditengah masyarakat.

“Melalui PKPA ini merupakan langkah awal untuk menjadi advokat dan itu diamanatkan oleh undang-undang. Kemudian langkah kedua sampai disumpah dan diakui negara profesi sebagai advokat,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, PKPA ini dibuat dengan kerjasama DPD Peradi Padang dan Universitas Taman Siswa, sesuai kurikulum yang telah dibuat DPN Peradi dan Perguruan Tinggi.

“Dalam pembelajaran nanti tetap menerapkan protokol kesehatan, demi menjaga kesehatan kita bersama. Pada pembelajaran ini terbagi 30 sesi yang memakan waktu selama satu bulan. Yang menghadirkan pemateri baik dari akdemisi, praktisi, hakim maupun jaksa. Maka ikutilah dengan serius,” tandasnya. (cr1)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional