Close

5 Wanita Muda jadi Komplotan Curanmor di Kota Padang, Modus Pinjam Motor lalu Kuncinya Diduplikat

PENCURI MOTOR— Tim Klewang Polresta Padang menangkap lima wanita muda yang berkomplot mencuri sepeda motor.

PADANG, METRO–Lima  wanita muda ditangkap Tim Klewang Satreskrim Polresta Padang lantaran diduga sebagai komplotan pelaku pencurian kendaraan bermotor (cu­ran­mor). Mirisnya, kelima pelaku ini melakukan aksinya terhadap korban yang tidak lain adalah teman dari salah seorang pelaku.

Dalam menjalankan aksi­nya, salah satu pelaku mengajak korban duduk di cafe, kemudian teman pelaku yang lainnya meminjam sepeda motor dengan alasan untuk membeli sesuatu, namun, tujuan sebenarnya adalah untuk menduplikasi kunci kontak motor tersebut.

Usai menduplikasi kunci sepeda motor, pelaku kembali ke cafe tersebut dan menyerahkan kunci asli kepada korban. Namun beberapa saat pelaku pergi dan membawa kabur sepeda motor korban dengan menggunakan kunci duplikat yang telah dibuat oleh pelaku.

Kasatreskrim Polresta Padang Kompol Rico Fernanda mengatakan, penangkapan para pelaku berawal dari penangkapan tiga orang pelaku di Gurun Laweh Nan XX Kecamatan Lubuk Begalung, Senin (8/11) sekitar pukul 15.00 WIB. Mereka bernama Riri Saputri (21), Angel Fadilla dan (23) Rahma Sri Handayani (21).

“Ketiga pelaku ini diduga telah melakukan pencurian sepeda motor merk Scoopy di Parkiran Kafe Danau Cimpago Purus, Minggu (26/9) yang lalu.

Dikatakannya, ketiga pelaku dibekuk setelah adanya laporan korban yang kehilangan sepeda motornya. Diketahui korban dan salah seorang pelaku saling kenal.

“Mereka mempunyai peran yang berbeda-beda. Salah seorang pelaku kenal dengan korban dan mengajak duduk minum di kafe. Kemudian, salah seorang pelaku meminjam sepeda motor korban untuk diduplikasi kuncinya,” katanya, Selasa (9/11).

Selanjutnya, pelaku mengajak korban kembali untuk duduk di cafe. Saat itu juga pelaku lainnya melancarkan aksinya mencuri sepeda motor korban menggunakan kunci yang telah diduplikatnya tersebut.

“Saat ingin pulang, korban baru mengetahui sepeda motor yang diparkirnya sudah tidak ada lagi,” katanya.

Saat diinterogasi, sambung Rico, ketiga pelaku menga­kui perbuatannya telah mengambil sepeda motor korban. Mereka juga me­ngakui telah melakukan aksi yang sama bersama pelaku lainnya bernama Sri Wahyuni (23) dan Puput (24), pada Ju­mat (28/5) yang lalu dan men­curi satu unit honda BeAT.

“Mereka berlima ini me­ngakui telah melakukan dua kali pencurian dengan modus yang sama, dengan meminjam sepeda motor korban untuk membuat kunci duplikat,” ujarnya.

Lebih jauh Rico mengatakan, kelima pelaku nekat mencuri sepeda motor untuk berbagai keperluan, seperti bayar kos dan kontrakan hingga kebutuhan hidup lainnya.

“Sepeda motor Beat mereka jual seharga Rp 5 juta rupiah. Sedangkan motor Scoopy dijual Rp 2 juta karena tidak memiliki surat. Saat ini, barang bukti tersebut sedang dalam proses penyelidikan. Atas perbuatannya, kelima pelaku disangkakan pasal 363 KUHP dengan ancaman tujuh tahun kurungan penjara,” tukasnya. (rom)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top