Menu

5 Remaja Keroyok “Pengganggu” Pacar sampai Mati

  Dibaca : 408 kali
5 Remaja Keroyok  “Pengganggu” Pacar sampai Mati
Jumpa pers— Kapolres Payakumbuh AKBP Alex Prawira didampingi Wakapolres Kompol Jery dan sejumlah perwira melakukan Jumat (11/9), terkait pengeroyokan yang berujung kematian.

PAYAKUMBUH, METRO
Tersulut api cemburu, AMD (20) bersama empat teman karibnya nekat menghabisi nyawa pria yang diduga mengganggu sang pacar hingga tewas, Senin (7/9) sekitar Pukul 03.00 WIB dini hari di dekat SMP Negeri 7, Simpang Empat Parik, Kelurahan Napar, Kecamatan Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh.

Tersangka AMD, BRP (17), MI (17) (masih berstatus pelajar), ketiganya sama-sama warga Kelurahan Tigo Koto Diateh, Kecamatan Payakumbuh Utara. Sedangkan dua lagi IP (18) dan RMRS (17) merupakan warga Kelurahan Napar. Lima sahabat ini nekat melakukan penganiayaan yang berujung kematian terhadap korban WA (23), asal Jorong Talang, Nagari Maur, Kecamatan Mungka, Kabupaten Limapulun Kota. Korban dianggap oleh AMD telah mengganggu pacarnya YR.

Kejadian memilukan ini bermula saat tersangka AMD cekcok dengan sang pacar berinisial YR, karena wanita pujaan hatinya itu terus diganggu oleh korban WA. Percekcokan antara kedua cucu Adam itu sampai diketahui oleh sejumlah rekan AMD.

Karena tak senang, mereka berniat untuk mengelabui korban WA dengan mengajak bertemu di suatu tempat yang akhirnya menjadi Tempat Kejadian Peristiwa (TKP). Dengan membajak media sosial Facebook, milik YR. para tersangka berpura-pura sebagai YR saat melakukan chatting atau percakapan di media sosial kepada WA.

Tak menyangka yang melakukan chating dengannya adalah para tersangka, korban WA ditemani seorang rekannya menyanggupi permintaan para pelaku untuk bertemu di suatu tempat. Namun, tidak disangka ternyata itulah hari terakhir baginya. Sampai di lokasi yang dijanjiikan untuk bertemu, bukannya bertemu dengan YA, justru hantaman kayu besar yang diterima oleh korban. Terkena pukulan keras di bagian kepala depan, korban tak berdaya, dia jatuh tersungkur tak sadarkan diri. Sementara rekannya berhasil selamat dan meminta bantuan warga sekitar.

Meski sempat dibawa ke rumah sakit, namun nyawa WA tak berhasil diselamatkan. Dia akhirnya menghembuskan nafas terakhir di salah satu rumah sakit swasta di Kota Payakumbuh.

Keluarga korban yan tak terima dengan kematian anak mereka, melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian. Hingga perburuan dilakukan Team Cheetah Satreskrim Polres Payakumbuh. Satu per satu tersangka berhasil dibekuk.

“Setelah menerima laporan dari Mardiyanto yang merupakan keluarga korban, kita langsung melakukan perburuan terhadap para pelaku sesuai keterangan yang kita dapatkan,” terang Kapolres Payakumbuh AKBP Alex Prawira didampingi Wakapolres, Kompol Jery, Kasat Reskrim, AKP M Rosidi, Kasubag Sumda, Kompol. Russiwan, KBO Satreskrim, IPTU Eridal serta Kanit, IPDA. Aiga Putra, Jumat (11/9).

Kata Kapolres, semula didapatkan tersangka AMD di Kelurahan Tigo Koto Diateh pada 8 September. “Tak lama kemudian kita tangkap lagi dua tersangka lainnya, yakni BRP dan MI, keduanya kita amankan dekat jembatan Ratapan Ibuah. Sementara dua orang lainnya memilih menyerahkan diri pada Kamis 10 September 2020,” katanya.

Alex juga menambahkan, pemukulan menggunakan kayu cukup besar itu dilakukan saat korban yang menggunakan sepeda motor itu sampai di lokasi kejadian yang juga semula dijadikan lokasi pertemuan antara korban dan kelima tersangka. Para tersangka mengayunkan kayu itu, sehingga mengenai bagian kepala depan korban.

“Korban kena pukul benda tumpul di bagian depan. Selain kelima tersangka, kita juga mengamankan barang bukti (BB) dua buah sepeda motor, handphone dan tiga potong kayu yang diduga dijadikan memukul korban,” ucap Kapolres.

Sementara terkait pengakuan tersangka bahwa aksi nekad itu dia lakukan karena kesal korban menganggu pacarnya, memang terlihat dari percakapan di Media Sosial Facebook. “Benar, memang ada komunikasi antara korban dengan pacar tersangka di media Sosial,” terang Kapolres.

Alex yang baru beberapa hari menjabat sebagai orang nomor satu di Polres Payakumbuh itu juga mengimbau agar para orang tua untuk ketat melakukan pengawasan dan edukasi terhadap putra-putri mereka. Termasuk untuk tidak membiarkan anak keluar rumah saat larut malam untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. (us)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional