Menu

5 Orang  yang Mintai Uang kepada Pengusaha di Kota Padang Dipulangkan, Polisi: Surat Bertanda Tangan Gubernur Asli

  Dibaca : 156 kali
5 Orang  yang Mintai Uang kepada Pengusaha di Kota Padang Dipulangkan, Polisi: Surat Bertanda Tangan Gubernur Asli
Lima orang masyarakat sipil yang sempat diamankan Polresta Padang dalam dugaan kasus penipuan menggunakan surat ber¬tanda tangan Gubenur Sum¬bar Mahyeldi untuk memintai uang kepada pengusaha di Kota Padang, akhirnya dipulangkan.

PADANG, METRO–Lima orang masyarakat sipil yang sempat diamankan Polresta Padang dalam dugaan kasus penipuan menggunakan surat ber­tanda tangan Gubenur Sum­bar Mahyeldi untuk memintai uang kepada pengusaha di Kota Padang, akhirnya dipulangkan.

Pasalnya, Polisi tak me­miliki cukup bukti untuk melakukan penahanan ba­dan terhadap kelima orang tersebut. Namun mereka hanya dikenakan wajib la­por. Meski begitu, penye­li­dikan serta meminta keta­rangan saksi-saksi tetap dilakukan oleh penyidik Satreskrim Polresta Pa­dang.

“Lima orang ini dipu­langkan, mereka wajib la­por. Cuman memang info­nya memang, bukti kuat (surat) ini pak gubernur menge­luarkan. Makanya kami tidak berani menahan lima orang ini. Kalau betul surat itu ditanda tangani oleh pak Gubenur, maka tidak ada penipuan. Me­mang me­reka mengakui menda­patkan surat dari gu­ber­nur,” ujar Kasat Res­krim Polresta Pa­dang, Kom­pol Rico Fer­nanda, Selasa (17/8/).

Dia mengatakan polisi akan mengirim surat resmi pemanggilan kepada pihak Badan Perencanaan Pem­bangunan Daerah (Bap­peda) Sumatra Barat. Surat pemanggilan akan dila­yang­kan pada hari Rabu (18/8/). Pemeriksaan untuk permintaan klarifikasi Bap­peda Sumbar ini dijad­wal­kan Sabtu (21/8).

Rico mengatakan, sam­pai saat ini pihaknya masih belum men­dapatkan kete­rangan resmi dari Bap­peda Sumbar terkait ke­ab­sahan surat bertan­da­ta­ngan Gu­bernur Sumbar itu. “Kami belum ada men­da­patkan keterangan (Bap­peda Sum­bar),” kata Rico.

Sebelumnya, lima orang masing-masing ber­inisial Do (46), DS (51), Ag (36), MR (50), dan DM (36), sempat di­aman­kan saat bertransaksi di salah satu kafe di Kota Padang. Me­reka mengu­na­kan surat tertanggal 12 Mei 2021 bernomor 005/3904/V/Bap­peda-2021 ini digunakan lima orang untuk meminta uang.

Padahal, kelima orang tersebut bukan sama sekali pegawai atau honorer Bap­peda Sumbar. Surat ter­sebut perihal penerbitan profil dan potensi Provinsi Sumatra Barat. Kop surat ini ditandatangani Mah­yeldi Ansharullah.

Dalam surat me­nye­but­kan dapat ber­par­ti­si­pasi dan kontribusi da­lam men­spon­sori penyusunan dan pe­nerbitan buku profil “Su­matera Barat “Provinsi Ma­dani, Unggul dan Ber­kel­anjutan” dalam versi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris serta Bahasa Arab serta dalam bentuk soft copy.

Rico menyebutkan, no­minal uang yang diminta mengunakan kop surat kepada perusahaan dan kampus ini beragam. Total uang yang masuk ke re­kening pribadi mereka sebesar sekitar Rp170 juta.

“Uang diminta ter­se­rah, mau berapa diberikan. Ada yang memberi Rp8 juta hingga Rp20 juta. Total sudah didapat Rp170 juta,” tuturnya. (rom) 

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional