Menu

5 Harley Anggota HOG Pengeroyok TNI Dipastikan Bodong, Polda akan Serahkan Kasusnya ke Bea Cukai

  Dibaca : 752 kali
5 Harley Anggota HOG Pengeroyok TNI Dipastikan Bodong, Polda akan Serahkan Kasusnya ke Bea Cukai
PERLIHATKAN BUKTI— Dirreskrimsus AKBP Joko Sadono bersama Kabid Humas Kombes Pol Satake Bayu, Kasi Ren Korem 032/Wbr Kolonel Inf Wisnu Kurniawan saat jumpa pers perkembangan kasus moge pengeroyok prajurit TNI.

PADANG, METRO
Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimusus) Polda Sumbar mamastikan lima unit motor gede (Moge) rombongan Harley Owner Grup (HOG) Siliwangi Bandung Chapter Indonesia yang terlibat pengeroyokan terhadap prajurit TNI AD di Bukittinggi, tidak memiliki surat-surat alias bodong.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumbar AKBP Joko Sadono mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait status 24 moge yang sempat diamankan karena kasus penganiayaan, hasilnya ada lima unit yang tidak dilengkapi dengan dokumen.

“Yang lima unit ini diduga diimpor atau masuk ke Indonesia tanpa melalui proses resmi. Itu yang lima unit bodong. Kemudian satu unit kendaraan tidak dilengkapi surat-surat atau masih dalam pengurusan di Samsat Polda Jabar,” kata AKBP Joko didampingi Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu saat jumpa pers, Selasa (22/12).

Dikatakan AKBP Joko, satu unit kendaraan yang sedang pengurusan surat itu kondisinya masih baru. Selain itu, untuk 12 unit kendaraan lainnya masih dilakukan penyidikan lebih lanjut terkait statusnya oleh Ditreskrimsus Polda Sumbar.

“Sementara, ada enam unit kendaraan yang memang lengkap dan sesuai dengan data Elektronic Registrasi Regident (ERI). Untuk memberikan kepastian hukum, yang enam unit ini kita kembalian kepada pemiliknya masing-masing. Kalau yang satu unit lagi pengurusan surat di Samsat itu kita berikan sanksi tilang ,” ungkap AKBP Joko.

AKBP Joko menuturkan, untuk memastikan status bodong lima kendaraan Harley ini, pihaknya akan bekerja sama dengan Bea Cukai Pusat daam melaksanakan penyidikan. Berkas kasus lima unit moge bodong juga akan segera diserahkan dan dilimpahkan ke Bea Cukai.

“Bea Cukai Pusat untuk melaksanakan penyidikan berkaitan dengan undang-undang Kepabeanan. Di sini kami menduga ada masuknya barang (kendaraan) itu tidak memenuhi persyaratan. Proses selanjutnya akan dilakukan oleh Bea Cukai, karena juga punya penyidik untuk menangani kasus itu,” jelasnya

Selain itu, AKBP Joko menuturkan, kelima kendaraan bodong ini merupakan motor gede jenis Harley Davidson. Nantinya, kelima moge itu juga akan diserahkan ke Bea Cukai sebagai barang bukti,

“Para pelaku diancam pidana maksimal enam tahun pidana kurungan untuk pasal 263 KUHP dan untuk pasal 103 UU Nomor 17 2006 tentang kepabeanan pidana kurungan maksimal delapan tahun dan denda maksimal Rp 5 miliar,” pungkasnya. (rgr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional