Close

5 Danau Wilayah Kerja BPNB Beradu Atraksi di Medan Nan Bapaneh

ATRAKSI SENI— Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Syaifullah saat membuka secara resmi Atraksi Seni Budaya dari 5 danau wilayah kerja (BPNB) Sumbar, di Medan Nan Bapaneh, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Senin (1/8).

AGAM, METRO–Gubernur Sumatera Ba­rat, diwakili Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Su­matera Barat, Syaifullah, buka secara resmi Atraksi Seni Budaya dari 5 danau wilayah kerja Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sumbar, yang di gelar di Me­dan Nan Bapaneh, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Senin (1/8).

Pembukaan tersebut ditandai dengan pemukulan tambua oleh Gubernur Sumbar, diwakili Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, Syaifullah, didampingi, Bupati Agam, diwakili Asisten II Setda Agam, Jetson, Kepala BPNB Sumbar, Unri, dan lainnya.

Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sumbar, Unri mengatakan, pada kegiatan ini akan menampilkan kesenian tradisional dari berbagai grup seni daerah.

”Group yang mengikuti kegiatan ini berasal dari 5 danau wilayah kerja Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sumbar, yaitu, Danau Maninjau, Singkarak, Danau Kembar, Danau Ranau di Sumatera Selatan, dan Danau Dendam Tak Sudah yang berada di Bengkulu,” ujarnya.

Dikatakan, ke 5 danau tersebut memiliki ciri khas budaya yang berbeda-be­da, sehingga budaya tersebut menjadi ciri khas daerahnya masing-masing.

”Diantaranya adalah Talempong uwaik-uwaik da­ri Grup Pauh saiyo, Nagari Paninjauan. Indang Solok, dari Grup Indang Merpati Gantuang, Kabupaten Solok. Tari piring tradisi, dari Grup Sanggar Cinangkiak Saiyo, Kabupaten Solok. Raudat, dari sanggar Betri Bukik Barisan, Sumatera Selatan. Dol Buai III (Belinat), dari Sanggar Arastra, Bengkulu. Gandang tambua tansa, SMPN 1 Tanjung Raya. Dan Gandang tambua tansa yang dimainkan oleh anak Nagari Sungai Batang,” jelasnya.

Menurutnya, selain untuk mempromosikan kepariwisataan, kegiatan ini juga bertujuan untuk melestarikan budaya dan kesenian tradisional.

”Semoga dengan adanya event ini, diharapkan bisa mengangkat kembali seni dan budaya serta tradisi yang ada daerah kita,” harapnya.

Sementara itu, Bupati Agam, diwakili Asisten II Setda Agam, Jetson, mengucapkan terimakasih kepada BPKB Sumbar yang menjadikan Nagari Sungai Batang sebagai tuan rumah pada kegiatan ini.

”Danau Maninjau memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan, diantaranya yaitu pariwisata, budaya, sejarah dan banyak lainnya,” ujarnya.

Oleh sebab itu, terangnya, dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kita bisa menggali potensi-potensi tersebut, dan memanfaatkannya secara mak­simal, sehingga dapat menggerakkan perekonomian masyarakat.

”Kita berharap, kegiatan ini bisa dilaksanakan secara berkelanjutan, dan direncanakan pada tahun depan, festival ini akan dikemas lebih meriah lagi,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Gubernur Sumatera Barat, diwakili Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, Syaifullah, ia mengatakan di daerah kita, khususnya di Sumbar, memiliki budaya dan kesenian yang unik.

”Oleh sebab itu, perlu kita bersama-sama dalam melestarikannya, salah satunya upayanya adalah dengan kegiatan festival seperti ini,” ujarnya.

Dikatakan, Pemprov Sumbar sangat mendukung kegiatan-kegiatan seperti ini, karena budaya sudah menjadi ciri khas daerah kita.

Ia berharap, kegiatan ini bisa secara rutin dilaksanakan, karena bukan hanya dapat melestarikan budaya dan kesenian saja, tapi juga dapat meningkatkan sektor kepariwisataan.

”Karena Kabupaten Agam bukan hanya terkenal dengan kearifan lokal dan budaya yang unik, serta keindahan alamnya, tapi juga memiliki nilai sejarah yang cukup banyak, dan melahirkan tokoh-tokoh penting dari tanah minang, salah satunya adalah Buya Hamka,” terangnya.

Ia berharap, dengan even ini, semoga kesenian, budaya, pariwisata dan sejarah yang ada di daerah kita bisa dikenal secara luas, bahkan sampai ke Internasional. (pry)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top