Menu

5 Bulan Halaman Sekolah Dijadikan Ladang

  Dibaca : 562 kali
5 Bulan Halaman Sekolah Dijadikan Ladang
JADI LADANG— Halaman sekolah ditanami pisang, kelapa dan ubi pemilik lahan. Sejak 5 bulan lalu persoalan belum terpecahkan pihak terkait. 

PDG.PARIAMAN, METRO
Lima bulan sudah lamanya, lapangan sekolah SDN 10 Patamuan ditanami pohon pisang, ubi dan kelapa oleh pemilik lahan. Sehingga, selama itu juga 160 siswa beserta 5 guru PNS dan 3 guru honor tidak pernah melakukan upacara bendera atau aktivitas ekstrakurikuler lainnya.

Pantauan koran ini di lapangan, Selasa (25/2), pohon pisang yang ditanam pada lima bulan terakhir tampak matang, sementara murid di sekolah tersebut bermain di kebun milik warga yang bukan kawasan sekolah.

Desmawati salah satu guru SDN 10 Patamuan mengatakan, sejak lapangan sekolah ditanami pihak sekolah tidak pernah upacara bendera dan aktivitas ekstra kurikuler di lapangan. Ini sudah terjadi selama 5 bulan lamanya sejak bulan September 2019 lalu. Hal tersebut sangat disayangi pihak guru, bukan saja karena menyinggung persoalan nasionalisme tentang upacara bendera yang selalu batal melainkan karena berdampak pada psikis dan moral murid.

“Bukan saja soal upacara bendera melainkan semenjak lapangan ditanami pisang, kelakuan murid semakin aneh. Murid setiap hari mandi di sungai, merokok bahkan ada beberapa kali mencuri rokok di kedai dekat sekolah,” jelas Desmawati.

Pihaknya kesulitan mengontrol aktivitas murid di jam istirahat. Pasalnya, murid kucar kacir, sampai sering terlambat masuk belajar usai jam istirahat pertama.  “Kami bingung dengan sutuasi ini. Apalagi semenjak kepala sekolah pindah ke Sungai Limau pada Januari 2020 kami tambah kehilangan pedomon. Tak tau persoalan ini dilimpahkan kemana, sampai sekarang kami tidak punya kepala sekolah,” ungkap guru itu.

Desmawati sangat berharap, pihak pemerintah setempat segera mencari solusi terkait hal tersebut. Dia takut lama kelamaan psikis dan moral murid menjadi semakin bermasalah. Seperti yang diberitakan sebelumnya, hal ini menjadi permasalahan saat pihak pemilik tanah tidak dilibatkan dalam pengukuran untuk sertifikat tanah. Pemilik lahan geram dan memancangkan tanaman sebagai tanda tanah mempunyai tuan yang harus dilibatkan.

Ia menambahkan, diketahui sudah sering upaya untuk menyelesaikan oleh pemerintah daerah dengan pemilik tanah. Namun penyelesaian itu belum berujung, sehingga proses belajar dan mengajar di sekolah tidak optimal. (z)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional