Menu

47 Persen Warga Sawahlunto sudah Divaksin

  Dibaca : 104 kali
47 Persen Warga Sawahlunto sudah Divaksin
VAKSIN MASSAL—Pemko Sawahlunto melaksanakan gebyar vaksinasi missal mendukung pemerintah pusat.

SAWAHLUNTO, METRO–Gebyar Vaksinasi mas­sal yang digelar Kota Sa­wahlunto di Gedung Per­temuan Kebudayaan (G­PK) pusat Kota Sawah­lunto, Rabu (7/7). Terlihat dalam acara itu mem­blu­daknya masyarakat Kota Sawahlunto, begitu tinggi antusiasme warga untuk mengikuti vaksinasi mass­al tersebut.  Sebelum ke­giatan vaksin dimulai ma­syarakat sudah meme­nuhi kursi yang disediakan panitia penyelenggara, sehingga aparat kepo­lisianpun sedikit kewa­lahan untuk mengatur an­trian panjang untuk pen­daftaran.

Kapolres Sawahlunto AKBP Junaidi Nur SIK lang­sung meninjau kegiatan tersebut. Melihat animo masyarakat Sawahlunto yang besar terhadap vak­sinasi massal ini dia sa­ngat mengapresiasi baik. “ Polres Sawahlunto be­serta TNI selalu mensup­port gerakan vaksinasi Covid 19. Kita juga kede­pannya akan membuka gerai-gerai vaksinasi un­tuk mendukung program pemerintah pusat. Polres sendiri menyediakan 24.­000 vaksin covid 19. Keter­sediaan kita mencukupi, bila dari pihak Dinas Kese­hatan kita akan bantu menutupi nya, saling koor­dinasi dalam hal ini se­hingga terjalin sinergitas yang baik, “ ujar kapolres.

Hari ini Polres Sawah­lunto juga membuka gerai vaksinasi di Polsek Mua­rakalaban, katanya. Kuota untuk yang di Polsek Mua­rokalaban sekitar 250 war­ga dan kegiatan ini akan berlanjut terus. Saat ini sudah bisa anak-anak usia 12 tahun keatas untuk divak­sin, tetapi mungkin infor­masinya belum sam­pai.

Kadis Kesehatan Kota Sawahlunto Yasril me­ngung­kapkan hari ini p­i­hak­nya selain menye­diakan vaksinasi massal juga menghadirkan SWAB gratis langsung dida­tang­kan petugas dari Propinsi. “Jadi siapa saja yang ingin SWAB boleh langsung,” imbuh Yasril.

Dia menjelaskan, data sementara sampai saat ini sudah sekitar 47 persen warga Sawahlunto me­ngikuti vaksin dan masuk 5 besar di Propinsi Sumbar yang warganya sudah divaksin. “ Kita menye­diakan vaksin 500 sampai 1000, gerai akan dibuka seharian sampai sore. Namun bila ada masya­rakat Sawahlunto yang belum divaksin bisa da­tangi Puskesmas terdekat di Puskesmas rutin tetap dibuka pelayanan vak­sinasi 2 kali dalam se­minggu dan nantinya te­tap akan diadakan mobile vaksinasi massal seperti saat ini untuk percepa­tan,” tutur Yasril.

Yasril mengin­for­ma­sikan, bahwa Balai POM melalui Kemenkes sudah memberi izin dalam bulan Juli 2021 ini sudah bisa anak usia 12 tahun sampai 17 tahun untuk divak­sina­si, begitu juga dengan lansia dulu 60 tahun kea­tas, sekarang pra lansia 50 tahun sudah bisa divaksin. Kalau target  80 persen warga Sawahlunto divak­sin, namun pihak Dinas Kesehatan akan tetap menyediakan vaksinasi untuk masyarakat Sawah­lunto, karena tujuannya untuk mencapai Health Comunity (Kekebalan Ke­lom­pok).

Membludaknya warga yang ingin divaksin, Yasril menyambut antusias. Me­nu­rutnya, ini karena ting­kat kesadaran masya­rakat sudah tinggi ditam­bah adanya under pressure bahwa bila melaku­kan perjalanan harus ada kartu Vaksinasi 1 minimal dan akan dikaitkan de­ngan pelayanan publik lain. Meskipun ada keja­dian walau sudah divaksin terpapar Covid, namun gejalanya ringan seben­tar saja, pertama dites positif kemudian dilaku­kan tes selanjutnya nega­tif. Dengan tingginya ke­sadaran masyarakat me­lindungi diri dan keluar­ganya, hal ini terkait juga karena penyebaran covid 19 ini di Indonesia cukup tinggi. Dengan vaksinasi bisa menjadi benteng buat keluarga dan lingkungan di sekitar.

Yasril menegaskan,  vaksinasi dan tes SWAB gratis. “Kalau membayar seperti BUMN dan Peru­sahaan lumayan juga 2 kali dosis membayar sebe­sar Rp 900 ribu. Tapi peme­rintah sudah meng­gratis­kan untuk masyarakat Sawahlunto, maka gu­na­kanlah kesempatan ini,” ujar Yasril. (pin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional