Menu

46 Warga Solok Jalani Isolasi Mandiri

  Dibaca : 740 kali
46 Warga Solok Jalani Isolasi Mandiri
Ilustrasi

SOLOK, METRO
Akhir pekan kemarin, sejumlah warga Solok kembali sembuh dari Covid-19. Ada enam orang warga Kota Solok sudah bisa beraktifitas kembali setelah menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Solok Syaiful, A, Sabtu (16/1) mengatakan, keenam orang tersebut antara lain RM (43), FH (23), dan NM (59) warga Kelurahan Kampung Jawa. Kemudian AQRY (16) dan EY (56), warga Kelurahan Tanah Garam. Seterusnya M (58) warga Kelurahan Simpang Rumbio.

Dijelaskan, ada tiga orang warga Kota Solok yang terkonfirmasi positif covid-19. Menindaklanjuti laporan tersebut gugus tugas covid-19 Kota Solok langsung menugaskan tim surveilance dan tim tracing serta tim tracking untuk melakukan sterilisasi terhadap ketiganya.

Tiga orang tersebut antara lain Nn. PWA (22), dokter coast, warga Perumahan PN Solok Jalan Patimura RT 002/RW 003 Kelurahan Tanjung Paku.

Ny. AMY (37), karyawan BUMN, warga Asrama Polisi Solok Kota RT 001/RW 004 Kelurahan Kampung Jawa. Ny. DF (52), Ibu Rumah Tangga, warga Jalan Veteran Kelurahan Kampung Jawa. Ny. DF menderita stroke, hipertensi, dan divonis Covid-19. Saat ini dirawat di RSS Bukittinggi.

Selanjutnya, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Solok, dra Dessy Safril, Apt mengatakan saat ini di Kota Solok terdapat sebanyak 49 orang warga Kota Solok yang menjalani isolasi mandiri.

”Ya, sebanyak 49 orang saat ini sedang menjalani isolasi mandiri karena dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19,” ujarnya.

Dikatakannya, ke 49 orang merupakan warga Kota Solok dengan latar belakang berbeda bahkan ada yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan.

”Diimbau kepada masyarakat Kota Solok untuk tidak perlu takut jika dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Lakukan isolasi dan tingkatkan imun tubuh melalui makanan bergizi dan mengkonsumsi vitamin,” imbaunya.

Untuk diketahui, saat ini, peningkatan kasus Covid-19 masih sangat tinggi di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh masyarakat abai terhadap protokol kesehatan. Jika masyarakat tetap lalai menjalankan protokol kesehatan maka kasus Covid-19 akan terus bertambah.

Protokol kesehatan merupakan kunci memutus rantai penularan Covid-19. Masyarakat harus membangun kesadaran untuk menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun.

”Mohon masyarakat segera sadar bahwa langkah kecilnya mencuci tangan secara teratur dengan hanya memakai masker dengan benar. Bahkan usaha kecil menjaga jarak satu sama lain sangat berdampak pada kehidupan banyak umat manusia,” pungkas Dessy. (rel)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional