Close

41 Tahun PAM Tigo, Riza Falepi: Tekanan Air di Siang Hari masih Lemah

SEMATKAN PIN EMAS— Wali Kota Payakumbuh disematkan pin emas oleh Direktur Utama PAM Tigo.

LABUAHSILANG, METRO–Wali Kota Payakumbuh H Riza Falepi menyebut masih banyak pengaduan dari masyarakat diterimanya menjelang masa jabatannya berakhir pada 23 September 2022 ini terkait kelancaran air PAM Tigo. Meski begitu dirinya sudah menyampaikan kepada dewan pengawas PAM Tigo, Sekdako Rida Ananda serta pihak-pihak terkait.

”Masih ada pengaduan kepada saya diakhir masa jabatan. Dan sudah saya sampaikan kepada Sekda sebagai dewan pe­ngawas. Dan masih ada­nya tekanan air disiang hari masih lemah, ini to­long disegerakan. Karena masyarakat itu inginnya instan,” pinta Wali Kota Riza Falepi, saat menyampaikan sambutan pada puncak peringatan HUT PAM Tigo, Kota Payakumbuh, dikawasan Labuah Silang, Selasa (20/9).

Walau masih ada aduan dan laporan dari ma­sya­rakat terkait perma­salah air di Kota Payakumbuh, secara umum Riza Falepi memuji kinerja PAM Tigo. Bahkan, Riza Falepi dengan pede menyebut PAM Tigo Kota Payakumbuh termasuk yang terbaik di Sumatera Barat. Dan selama dirinya menjabat sebagai wali kota Payakumbuh Dua priode, pelayanan PAM Tigo kepada masyarakat cukup terwujud sesuai harapan.

”Teruslah bekarya, 41 tahun ini masa yang cu­kup panjang. Dan PAM Tigo termasuk yang baik di Sumbar. Bersama PAM Tigo pelayanan kepada masyarakat cukup terwujud. Berbagai prestasi bisa diraih oleh PAM Tigo. Semoga ini jadi penyema­ngat bagi kita semua untuk memberikan yang terbaik untuk masyarakat kedepan,” terang Wali Kota Riza Falepi yang akan mengakhiri jabatannya pada 23 September 2022 ini.  Diakhir sambutannya, Riza Falepi me­nyampaikan maaf kepada masyarakat serta seluruh karyawan PAM Tigo. Dia mengaku selama ini hampir tidak ada jarak pembatas d

irinya dengan karya­wan PAM Tigo. Tentu, ba­nyak salah baik disengaja atupun tidak. Atau ada yang tidak tersapa saat tiba di PAM Tigo, mohon dimaafkan.

”Saya mohon maaf yang belum bisa saya wujudkan untuk bapak ibuk. Pada Kamis (22/9.red) terakhir saya masuk kerja dan pada Jumat (23/9.red) Penjabat (Pj) Wali Kota dilantik. Saya sudah mengenal ibu bapak semua, untuk itu jika ada salah mohon dimaafkan,” ucapnya dengan penuh senyum kepada seluruh ma­sya­rakat yang hadir serta pejabat dan Direktur Utama, Direktur Umum dan Direktur Operasional PAM Tigo, serta tamu udangan lainnya.

Tampak hadir pada kesempatan itu, Forkopimda, Kepala Sumber Daya Air dan Bina Kontruksi (SDA-BK) Sumbar, Fathol Bari, Sekdako Rida Ananda, Asisten III Ifon Satria, Kepala BKPSDM Erwan, Kadis PUPR Muslim, Direktur Utama PAM Tigo Khairul Ikhwan, Di­rektur Umum Asrar, Di­rektur Operasional Agusrianto, Direktur Bank Nagari, Bank Mandiri dan Bank BRI, mantan direktur PAM Tigo Irwandi Dt Batujuah, serta tamu unda­ngan lainnya.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Kontruksi (DSA-BK) Sumbar, Fa­thol Bari, menyebut usia 41 tahun PAM Tigo, sebenarnya sudah cukup matang. Meski begitu, masih ada kekurangan-kekura­ngan yang perlu disempurnakan.  “Sebenarnya di usia 41 kalau dimanusia sudah matang. Meski begitu, masih ada kekura­ngan-kekurangan yang perlu disempurnakan,” sebutnya saat menyampaikan sambutan.

Dirinya menyebut 10-20 tahun kedepan PAM Tigo akan menjadi harapan masyarakat banyak dalam persoalan ketersediaan air bersih. Mengingat, tampa air akan ba­nyak problema yang akan muncul. “Untuk tahun ini ada anggaran untuk study kelayakan dan penyusunan DED untuk Kabupa­ten Lima Puluh Kota dan Kota Payakumbuh yang sumbernya Batang Maek. Ada 200 liter perdetik,” sebutnya.

Saat ini disampaikannya, pihaknya sedang me­lakukan pembahasan terkait dengan pembebesan lahan, dan pembicaraan lainnya. “Sehingga apa yang dikeluhkan bisa terjawab. Dengan adanya air dari Batang Maek, maka kedepan persoalan air bisa teratasi. Dengan usia ini sudah banyak dirasakan masyarakat apa yang dilakukan PAM Tigo, bahkan sambungannya su­dah 98 persen,” jelas­nya.

Direktur Utama PAM Tigo, Khairul Ikhwan, kepada wartawan menyebut perayaan HUT ke-41 ini memang menjadi momentum evaluasi diri bagi internal perusahan PAM Tigo maupun bagi pe­lang­gan.”Pertama itu sebagai evaluasi diri. Selanjutnya kebersamaan dengan pelanggan, senior, pensiunan dan pemangku kepentingan, dan pemberian reward bagi pelanggan untuk yang bayar tagihan di awal waktu,” kata dia menyebut bersih airnya, bersama pelanggan menuju Perumda unggul. (uus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top