Menu

41 Napi Tewas Terpanggang di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang

  Dibaca : 165 kali
41 Napi Tewas Terpanggang di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang
KEBAKARAN— Kebakaran yang membakar Blok C 2 Lapas Dewasa Tangerang Klas 1 A, Provinsi Banten, menewaskan 41 narapidana.

TANGERANG, METRO–Sebanyak 41 narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang, Provinsi Banten meninggal dunia dalam peristiwa ke­bakaran pada Rabu dini hari (8/9) sekitar pukul 01.45 WIB. Selain puluhan me­ninggal, juga ada puluhan napi yang luka-luka.

Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly mengungkapkan, dari 41 napi itu, satu orang merupakan narapidana kasus pembunuhan, satu orang napi terorisme, dan yang lainnya napi kasus narkoba.

“Dari yang meninggal ada 41 orang, mohon maaf, satu (orang napi) tindak pidana pembunuhan, satu terorisme, dan lainnya tindak pidana narkoba,” kata Yasona kepada awak media.

Bahkan dari 41 korban tewas, terdapat dua warga negara asing (WNA) yakni asal Afrika Selatan dan Portugal. Dalam hal ini, Kemenkumham berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan pihak ke­dutaan untuk proses pemakaman dari napi WNA tersebut.

“Ada dua WNA ini kami bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri dan juga konsuler dan kedutaan dari pada keluarga ba­gaimana nanti dimakamkan, karena ini menyangkut negara lain,” papar Yasonna.

Politikus PDI Perjuangan ini menyebut, dugaan sementara penyebab kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang, adalah akibat hubungan pendek atau korsleting arus listrik. Tetapi hal ini masih akan ditelusuri oleh Puslabfor Polri

“Dugaan sementara seperti yang disampaikan pak Kapolda adalah karena persoalan listrik arus pendek, namum demikian, Puslabfor Polri, Polda Metro Jaya sedang meneliti sebab musabab dari kebakaran tersebut. Itu dugaan arus pendek,” ucap Yasonna.

Dia mengakui, bangu­nan Lapas Tangerang su­dah tua. Karena bangunan tersebut sudah berumur 42 tahun. Bahkan sejak 1972 Lapas ini dibangun, tidak pernah mengalami pembaharuan pada sistem arus listrik.

“Kondisi lapas kelas 1 Tangerang ini dibangun 1972. Jadi sudah 42 tahun, sejak itu kita tidak memperbaiki instalasi listriknya, ada penambahan daya tetapi instalasi listiriknya tetap,” ungkap Yasonna.

Yasonna tak menginginkan kejadian serupa terulang di Lapas Tan­gerang atau Lapas lainnya yang berada di Indonesia. Sehingga dia menginstruksikan jajarannya, untuk mengecek instalasi listrik di dalan Lapas-lapas.

“Pada umumnya ini lapas lama seperti ini, supaya instalansi listriknya untuk memeriksa supaya tidak terulang lagi hal-hal seperti ini,” pinta Yasonna menandaskan.

Menteri Hukum dan HAM juga menegaskan Lapas Kelas I Tangerang yang terbakar mengalami kelebihan kapasitas 400 persen. Ada 2.072 orang yang menghuni Lapas Tangerang.

“Nah, Lapas Tangerang ini overkapasitas 400 persen. Penghuni ada 2.072 orang,” kata Yasonna.

Yasonna juga menyampaikan duka mendalam atas peristiwa kebakaran yang menyebabkan 41 orang meninggal dunia dan belasan narapidana lainnya saat ini masih dalam perawatan intensif di RSUD Tangerang maupun klinik setempat. “Ini mu­sibah yang memprihatinkan bagi kita semua,” ucap dia.

Yasonna menyebut kebakaran Lapas Tangerang melanda Blok C2. Ada beberapa kamar yang terkunci. “Nah, yang terbakar ini adalah Blok C2. Jadi itu model paviliun-paviliun. Di dalam satu blok itu ada beberapa kamar-kamar, ya, yang terkunci, ya. Ada beberapa kamar-kamar yang terkunci,” katanya.

Korban Dibawa ke RS Polri Kramat Jati

Direktur Keamanan dan Ketertiban (Dirkamtib) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Abdul Aris menyampaikan, sebanyak 41 korban tewas akibat kebakaran di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tangerang dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

“Hal ini dilakukan untuk memudahkan proses identifikasi.Yang meninggal sudah (diidentifikasi) cuma sekarang dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Untuk memastikan,” kata Abdul Aris dikonfirmasi, Rabu (8/9).

Dia menjelaskan, pihaknya dibantu oleh aparat kepolisian untuk mengidentifikasi para korban yang tewas dalam insiden kebakaran di Lapas Tangerang. Hal ini untuk memastikan identitas para korban tersebut.

“Iya di kepolisian. Jadi begini, yang selamat kan siapa-siapa aja namanya ketahuan, kemudian, kan satu blok ada daftar namanya tuh, blok ini siapa aja, oh jenazahnya ini, nah nanti dipastikan di Kramat Jati nanti,” papar Abdul Aris.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas dan Protokol Ditjen PAS Rika Apriyanti menyatakan, pihaknya memberi kesempatan untuk keluarga tahanan di Lapas Kelas 1 Tangerang. Hal ini dilakukan untuk memastikan kondisi keluarganya yang sedang menjalani masa tahanan.

“Kami juga sudah memiliki call center, silahkan keluarganya untuk menghubungi call center 081383557758,” ucap Rika. (jpg)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional