Menu

400 Kelompok Tani Belum Terima Bantuan Alsintan 2019

  Dibaca : 70 kali
400 Kelompok Tani Belum Terima Bantuan Alsintan 2019
BANTUAN— Bupati Padangpariaman Ali Mukhni bersama masing-masing ketua kelompok tani yang mendapatkan bantuan alsintan berfoto bersama. (efa nurza/posmetro)

PDG.PARIAMAN, METRO – Bupati Padangpariaman H Ali Mukhi menyatakan semua kelompok tani yang belum mendaptkan bantuan Alsintan tahun 2019 paling lambat mendapatkan bantuan. “Saat ini kita baru serahkan 30 unit alsintan kepada 30 kelompok tani. Sementara sisanya sebanyak 400 kelompok tani kita usahakan tahun anggaran 2020,” kata Ali Mukhni usai penyerahkan bantuan , kemarin.

Katanya, 30 unit alat mesin pertanian (alsintan) hand tractor sekarang diserahkan kepada 30 kelompok tani (keltan) di Padangpariaman. 30 alsintan itu berasal dari APBD Padangpariaman melalui dana aspirasi anggota DPRD Padangpariaman.

Dikatakan, berdasarkan data dari DPKP ada 1.200 keltan yang terdaftar di Padang Pariaman, dengan diserahkannya 30 alsintan ini, total sudah ada 800 alsintan berada di keltan.

“Sisanya akan diupayakan sampai 2020 mendatang, kalau tidak bisa dari APBD akan diupayakan melalui APBN, melobi pusat. Dengan demikian petani kita bisa melakukan panen lima kali dalam dua tahun,” katanya.

Ali Mukhni berpesan kepada keltan yang telah menerima alsintan untuk menjaga dan merawat mesin yang diserahkan oleh pemerintah, agar mesin itu bisa bertahan lama dan memberikan manfaat kepada petani di Padangpariaman, apalagi mesin yang dibeli merek terbaik dan disesuaikan dengan kondisi lahan di Padangpariaman.

“Tolong dijaga alat ini, seperti sering cek oli sehingga mesin ini bisa tahan lama dan memberikan manfaat yang banyak untuk meningkatkan hasil pertanian di Padang Pariaman. Mereknya merek terbaik, kalau dipelihara maka masa gunanya bisa lama,” hematnya.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Kehutanan dan Perkebunan (DPKP) Padangpariaman Yurisman menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Padangpariaman selain memberikan bantuan alsintan berupa hand tractor juga pernah memberikan alat perontok gabah serta mesin pemanen padi roda empat.

“Untuk mesin pemanen padi itu hanya dipinjamkan kepada petani untuk memudahkan dalam panen padi petani,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, untuk saat ini di Padangpariaman panen padi masih mencapai 280.000 ton pertahun, dan terus meningkat dari tahun ke tahun.

Peningkatan itu terlepas dari teknologi yang dimanfaatkan petani di Padangpariaman. “Dari 280 ribu hasil panen di Padangpariaman itu hanya 1/3 saja sudah mencukupi kebutuhan konsumsi Padangpariaman, sisanya dijual ke daerah atau provinsi tetangga,” tambahnya mengakhiri.(efa)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional