Menu

40 Pelaku Usaha Kuliner di Pessel, Studi Lapangan ke Tanah Datar

  Dibaca : 70 kali
40 Pelaku Usaha Kuliner di Pessel, Studi Lapangan ke Tanah Datar
Sebanyak 40 orang pelaku usaha kuliner berasal dari beberapa Kecamatan Se- Kabupaten Pesisir Selatan mengikuti pelatihan inovasi dan higienitas kuliner melakukan studi tiru dan praktek lapangan ke Pondok Flora Sungai Tarab Batusangkar Kabupaten Tanah Datar. “

PESSEL, METRO–Sebagai magnet wi­sa­tawan dari berbagai Kabu­paten/ Kota di Sumatera Barat, Nasional bahkan Mancanagera. Potensi wi­sata di Kabupaten Pesisir Selatan tidak kalah indah nya dengan potensi wisata tidak kalah dengan lainya. Tidak salah julukan Negeri Sejuta Pesona melekat di dearah itu.

Kawasan Mandeh, be­rada di Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan satu dari potensi wisata bahari di Pessel namanya cukup dikenal. Bahkan sebutan Raja Em­pat nya Sumatera juga melekat di Kawasan Wi­sata Bahari Terpadu Man­deh. Namun hal itu semua belum lah lengkap tanpa sajian – sajian kuliner yang menarik lagi wisatawan berkunjung ke Kabupaten Pessel. Dan, perlu dan terobosan kreatif,  inovatif khususnya para pelaku usaha kuliner yang ada di Kabupaten Pesisir Selatan.

Untuk pengetahuan ser­ta inovasi dibidang k­u­liner, sebanyak 40 orang pelaku usaha kuliner be­rasal dari beberapa Keca­matan Se- Kabupaten Pe­sisir Selatan mengikuti pelatihan inovasi dan higie­nitas kuliner melakukan studi tiru dan praktek la­pangan ke Pondok Flora Sungai Tarab Batusangkar Kabupaten Tanah Datar. “ Pelatihan yang kita adakan selama 3 hari, 2 hari pe­nyampaian materi dari narasumber, dan 1 hari praktek lapangan,” terang Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Ka­bupaten Pessel Hadi Susilo, pada media. Kamis  (5/8/2021).

Dikatakan Hadi Susilo, di lapangan para peserta akan praktek lapangan? yaitu membuat kuliner, meyajikan dan menikmati hidangan yang mereka olah sendiri. Antara lain dari aspek higienitas dan inovasi sajian kukiner, de­ngan mentornya pemilik kuliner itu sendiri.

Dari, referensi yang Kita dapatkan, lokasi men­jadi tujuan pelatihan ino­vasi dan higienitas kuliner melakukan studi tiru dan praktek lapangan sesuai dengan hal – hal yang men­jadi output kegiatan akan kita capai. “Anggaran ke­giatan tersebut berasal dari dana DAK Nonfisik Tahun 2021,” ujar Hadi Susilo. (rio)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional